Menjadi Pria Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Menjadi lelaki sejati tak melulu soal janji, seberapa besar ia sanggup menepatinya tak perlu dijadikan parameter kesejatian lelaki. Sejati mempunyai arti murni dan tulen. Ketika berbicara soal sejatinya laki-laki, berarti menyinggung soal ketulenan dan juga merujuk kepada sifat.


Mungkin boleh saja kalimat laki-laki harus menepati komitmen digunakan sesama kaum adam untuk mengambarkan seberapa besar lengan berkuasa ia sanggup memegang janji. Namun, Bung juga harus paham kalau yang namanya lelaki sejati juga berbicara soal sifat yang berada di dalam diri.


Seberapa besar Bung sanggup menata diri menjadi laki-laki seutuhnya dan bantu-membantu yakni kunci menjadi laki-laki sejati. Bung, ketahuilah bahwa perilaku laki-laki sejati itu lebih luas dan tidak kompleks selama Bung sanggup mengembangkannya di dalam diri.


Putus Asa Bukanlah Pilihan, Tetapi Hanya Sebuah Opsi Yang Ditawarkan Dan Menjadi Pelarian Atas Kegagalan


Menjadi lelaki sejati tak melulu soal komitmen Menjadi Laki-Laki Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…


Di jaman serba cepat ini, dengan segala tekanan dan tuntutan terkadang menciptakan rasa frustasi selalu membayangi diri. Kegagalan yang dialami, menjadikan mood dalam diri tak sanggup bangkit. Sehingga butuh waktu menyendiri untuk sekedar berkontemplasi.


Namun frustasi tidak sanggup dibenarkan, meskipun itu menjadi salah satu pilihan. Sebagai laki-laki sejati, buanglah semua rasa sakit hati alasannya urung meraih mimpi, jangan pula frustasi apabila gagal. Teruslah berdiri dan kejar semua impian. Jangan hingga berputus asa menjadi pilihan utama dalam hidup, alasannya itu hanyalah sebuah kebodohan.


Tumbuh Menjadi Dewasa Memang Tidak Menyenangkan, Tapi Itu Sudah Menjadi Kewajiban


Menjadi lelaki sejati tak melulu soal komitmen Menjadi Laki-Laki Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…


Tengoklah keadaan sekitar, di mana semua hal yang Bung kenal tiba-tiba telah berubah. Seperti rumah, kondisi jalan hingga kawan. Ya, Bung sudah menua dan menjadi pandai balig cukup akal alasannya seketika lingkungan sudah berubah tanpa disadari. Janganlah Bung menjadi eksklusif yang tidak mawas diri dan tak sanggup dewasa. Dewasa memang membosankan alasannya penuh tanggung jawab bukan hiburan. Namun untuk menjadi laki-laki sejati, Bung tentu tak sanggup berkelit dari hal ini.


Sebagai lelaki yang seutuhnya, Bung akan menjadi kepala keluarga. Membesarkan anak-anak, menjadi acuan dalam kehidupan. Dan tak mungkin kalau Bung hanya bersikap santai kolam di pantas. Karena pandai balig cukup akal terkadang tak kenal umur, meski secara usia memang terlihat dewasa.


Keluarga Adalah Salah Satu Hal Kenapa Bung Dapat Hidup Hingga Hari Ini


Menjadi lelaki sejati tak melulu soal komitmen Menjadi Laki-Laki Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…


Bung pun paham bahwa yang membesarkan Bung yakni lingkungan keluarga  yang memperlihatkan sandang, pangan, papan, dan edukasi. Bung terperinci tak sanggup mempunyai perilaku hirau dengan tidak memperhatikan hal itu, terlebih Bung bukan anak kecil lagi.


Tingkatkanlah rasa kepedulian kepada keluarga, bahkan banyak sumber yang menyebutkan bahwa mafia-mafia di luar sana mengasihi keluarganya sehingga identitasnya disembunyikan. Meski begitu, Bung tentu tak harus menjadi mafia, tetapi hal konkret tersebut harus dijalani sebagai tanda terima kasih dikarenakan telah tumbuh sebagai lelaki yang tak lupa diri.


Menjadi Palang Pintu Ekonomi Untuk Keluarga, Meskipun Raga Tak Lagi Kuasa


Menjadi lelaki sejati tak melulu soal komitmen Menjadi Laki-Laki Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…


Tak ada yang menyebutkan bahwa menjadi acuan keluarga yakni hal yang menyenangkan Bung. Karena demi menghidupi orang yang dikasihi, harus merelakan waktu untuk bekerja demi lancarnya roda ekonomi.


Rasa sakit yang dialami dan tingkat stres tak tertandingi niscaya akan terobati melihat senyum dan tawa keluarga yang dikasihi. Bahkan rasa lelah dalam diri sanggup dibagi dengan bercerita kepada seorang istri atau pun orangtua di rumah yang selalu menanti.


Komitmen Kepada Diri Sendiri Lebih Sulit Dijalani Daripada Sebuah Janji Yang Dibeberkan Setiap Hari


Menjadi lelaki sejati tak melulu soal komitmen Menjadi Laki-Laki Sejati Tidak Hanya Soal Menepati Janji, Tapi…


Komitmen memang tak gampang dijalani, tak hanya berbicara soal komitmen kepada orang lain, tapi juga pada diri sendiri. Janji selalu ada untuk keluarga, selalu sanggup menafkahi entah apa pun pekerjaanya. Tetapi komitmen dengan diri sendiri tidaklah semudah memperlihatkan komitmen kepada orang lain, alasannya ini merupakan tanggung jawab yang sulit dijalani.


Apabila Bung tak menjalani juga tidak ada yang merugi. Tak ada yang terbebani. Tetapi Bung harus mengetahui bahwa komitmen dengan diri sendiri yakni salah satu sifat lelaki sejati. Karena kembali lagi, lelaki sejati tidak hanya soal menepati janji. Tapi bagaimana Bung sanggup menjalani, bahkan meski peluh belum kembali kering.