Ketika Usia Menginjak 25, Seketika Pertanyaan Orang-Orang Di Sekitar Bung Jadi Menyebalkan. Kenapa Ya?

Posted by Ganas003 on 22.19 in , ,

Setelah menyongsong tahun gres dengan resolusi klise, yang juga belum tentu dijalankan. Usia bertambah juga jangan dilupakan. Apa lagi bagi Bung yang gres menginjakkan kaki di usia 25 tahun, usia yang sarat tantangan. Mulai dari sisi finansial, karir, percintaan dan masa depan. Karena di umur 25, Bung harus bersiap untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk masa depan.


Pada usia yang sesaat lagi menuju kepala tiga (karena setiap pergantian tahun tidak berasa), sebetulnya Bung tidak berubah secara harfiah menjadi eksklusif yang berbeda. Karena Bung ya tetaplah Bung, tidak akan menjadi siapa pun. Meskipun Bung menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang patut dirubah, secara positif kondisi akan merubah Bung perlahan.


Kalau Bung mempunyai kerabat yang lebih tua, atau sebaya tapi tiba-tiba menjadi penasehat dadakan. Bung niscaya akan kaget, alasannya tiba-tiba kedua tipe orang tersebut akan bertanya-tanya sehabis mengetahui usia Bung. Pertanyaan yang kadang menyebalkan. Jangan terlalu dipikirkan dan dibawa perasaan. Bung cukup jawab semampunya dan jalani sesuai kodrat Bung sendiri. Jangan hingga mereka yang bertanya malah jadi mengatur hidup Bung.


Ketika Bung Berada Di Antara Umur 20 Dan 30, Konon Ada Sensasi Barunya. Padahal Itu Semua Hanyalah Semu


Setelah menyongsong tahun gres dengan resolusi klise Ketika Usia Menginjak 25, Seketika Pertanyaan Orang-orang Di Sekitar Bung Makara Menyebalkan. Kenapa Ya?


Umur 25? Entah ada apa di usia tersebut. Rasanya tidak ada hal istimewa yang terlintas di pikiran Bung sebelum Bung mendapati pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi. Mungkin alasannya umur 25 menjadi sebuah proses menuju umur 30, jadi banyak yang bertanya, “Bagaimana rasanya berada usia 25?”


Tapi bagi kerabat atau teman Bung, bagi mereka usia 25 ialah waktu yang sempurna untuk mulai serius memikirkan langkah yang akan dilakukan nantinya. Maka tidak heran, bila ketika mengobrol tiba-tiba ada yang melontarkan pertanyaan itu, meski Bung hanya membisu saja, tak merespon pertanyaannya.


Hidup Ini Memiliki Esensi. “Ketika Kamu Berusia 25, Apa Yang Mau Kamu Lakukan Untuk Hidupmu Nanti?” Tanyanya Serius


Setelah menyongsong tahun gres dengan resolusi klise Ketika Usia Menginjak 25, Seketika Pertanyaan Orang-orang Di Sekitar Bung Makara Menyebalkan. Kenapa Ya?


Selain menanyakan apa rasanya hidup di umur 25. Mereka pun akan bertanya soal apa yang akan Bung lakukan di kehidupan Bung. Ya, lebih terdengar menyerupai pertanyaan soal visi dan masa depan yang Bung jalani sih.


Keingintahuan dari orang yang bertanya sebetulnya agak menyebalkan juga. Karena untuk urusan masa depan Bung mau jadi apa dan ingin melaksanakan apa, itu tentu  tidak akan pasti. Karena kehidupan ini dinamis, tidak ada satu patokan yang bisa menunjukan bila di umur 25 dan selanjutnya Bung akan melaksanakan A, B dan C.


Bung, Coba Beritahu Kepadaku Apa Pekerjaan Impianmu?


Setelah menyongsong tahun gres dengan resolusi klise Ketika Usia Menginjak 25, Seketika Pertanyaan Orang-orang Di Sekitar Bung Makara Menyebalkan. Kenapa Ya?


Dari segi karir pertanyaan ini memang terkadang membekas di sanubari. Karena pertanyaan soal pekerjaan seperti, “Apa pekerjaan impian kamu?”, cukup menciptakan Bung bertanya dalam hati. Seperti ragu dan tersadar alasannya ternyata kerjaan yang dijalani sekarang, bukan pekerjaan impian. Tetapi alasannya Bung terlalu nyaman dengan pekerjaan monoton dan honor bulanan yang konstan juga tunjangannya, mengakibatkan pekerjaan impian itu terlupakan.


Dibalik terhimpitnya biaya kehidupan dan sulitnya mencari kerja, wajar-wajar saja apabila Bung terjebak zona nyaman pekerjaan. Lagi pula memang tujuan bekerja ialah untuk mencari uang. Kalau kini Bung suka berpindah-pindah dan tidak tahu pekerjaan yang diimpikan menyerupai apa, jadilah orang yang realistis Bung alasannya mungkin itu bisa menjadi satu alasan.


Sudah Umur 25, Kok Pasangannya Tidak Kelihatan? Kalau Begitu Kapan Menikah?


Setelah menyongsong tahun gres dengan resolusi klise Ketika Usia Menginjak 25, Seketika Pertanyaan Orang-orang Di Sekitar Bung Makara Menyebalkan. Kenapa Ya?


Pertanyaan menyerupai ini niscaya Bung sering temui ketika momen lebaran, juga ketika menghadiri pernikahan. Pasti ada saja yang bertanya “Kapan nyusul?” atau “Masih betah sendiri?”, saking kerapnya menerima pertanyaan demikian, Bung hampir-hampir muak dengan ocehan menyerupai ini.


Bung niscaya pernah berpikir bahwa tampaknya orang-orang yang bertanya tak punya pekerjaan lain, selain mengurusi hidup orang lain saja. Karena urusan asmara di umur 25 ialah hal sensitif, lebih baik Bung dingin saja. Toh Bung memang mempunyai alasan yang sempurna hingga menunda menikah, mengejar impian misalnya.


Setelah Soal Pasangan Berlalu, Sekarang Pertanyaan Ihwal Momongan


Setelah menyongsong tahun gres dengan resolusi klise Ketika Usia Menginjak 25, Seketika Pertanyaan Orang-orang Di Sekitar Bung Makara Menyebalkan. Kenapa Ya?


Ketika Bung telah berumah tangga, dan terlepas dari pertanyaan, “Kapan nikah?”, Bung pun bisa merasa lega. Bahkan, Bung mulai ikut-ikutan melontarkan pertanyaan serupa pada orang lain. Meskipun Bung tahu betapa menjengkelkan sekali tipe pertanyaan yang mencampuri asmara orang lain. Namun, jangan merasa damai dulu Bung! Nyatanya ada pertanyaan lain yang masih menunggu.


Pertanyaan soal kapan mempunyai anak ialah pertanyaan lapis kedua yang bakal Bung temui kemudian. Sepertinya dalam tatanan sosial apabila Bung sudah punya anak dan sudah menikah, Bung gres resmi menjadi insan seutuhnya. Padahal pertanyaan soal kapan punya anak sanggup menghipnotis mental pasangan. Lebih baik Bung jalani saja, sambil sesekali coba periksa ke dokter kandungan.