Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Laki-laki memang mempunyai hobi yang berbeda-beda. Tapi terjun ke alam bebas, berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi, rasanya sudah menjadi pelarian bagi setiap laki-laki. Traveling kerap menjadi pilihan yang dilakukan untuk merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi, udara di kota yang penuh polusi dan rutinitas setiap pekannya menambah tingkat stres. Sedangkan alam selalu memperlihatkan kesejukan bagi raga dan pikiran.


Meski begitu, keharusan merogoh kocek dalam untuk berpergian bisa menjadi salah satu alasan mengapa pria kadang enggan berpergian. Jangan terlalu perhitungan Bung! Menurut Roger Dow, seorang presiden dan CEO dari asosiasi travel di Amerika Serikat menyebutkan, banyak manfaat yang didapat dari traveling, menyerupai menghilangkan stres, dan juga sanggup menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Menurutnya itulah mengapa traveling penting dilakukan, menyerupai yang ditulis oleh Roger dalam buku bertajuk “Travel Effect: A Call To Lead, a Means to Do So”.


Selain keuntungannya yang kaya, traveling acap dilakukan pria untuk memacu adrenalin. Karena adrenalin sanggup memacu parameter fisik tubuh. Selain itu, memacu adrenalin sanggup memfasilitasi aneka macam keadaan darurat untuk segera bertindak atau cepat tanggap.


Ketika Melayang Di Atas Awan, Terasa Semua Beban Lepas Dan Terlupakan


 berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang


Siapa yang tidak mau melayang di alam bebas, melihat pemandangan luas tanpa ada batas. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, cobalah melaksanakan beberapa model olahraga yang dilakukan dengan cara terjun bebas. Seperti terjun payung atau pun paralayang. Menikmati sensasi pertama kali melayang dengan bermodalkan parasut di badan.


Melakukan kedua hal tersebut sanggup memperlihatkan sensasi yang berbeda. Bayangkan saja bila jemari kaki tak lagi berpijak, melayang di ketinggian dan leluasa melihat keindahan alam sejauh cakrawala. Pengalaman gres menyerupai itu niscaya juga manis untuk fisik dan juga pikiran, terlebih bagi Bung yang terlalu banyak mengurusi pekerjaan.


Menjelajahi Pegunungan Yang Menjadi Tempat Perenungan


 berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang


Aktivitas berkemah di gunung atau pun hiking, juga sangat asyik untuk dilakukan. Kegiatan ini sangat melelahkan alasannya yaitu bakal menguras fisik untuk menempuh jarak berjam-jam, di mana langkah kaki tak lagi normal alasannya yaitu jalur setiap pendakian kerap menyiksa paha. Tapi rasa lelah tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan indah Bung. Apa lagi dikala matahari pagi mengintip kecil, pikiran pun mulai bersiap untuk kontemplasi diri.


Selain menompa fisik dengan berjalan kaki, otomatis kinerja jantung dan paru-paru akan termaksimalkan. Kegiatan berkemah juga bisa merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi kalau dilakukan bersama kawan, tentu bisa menambah dekat korelasi persahabatan, dimana keluh kesah setiap pekan menjadi materi banyolan.


Mengukur Keseimbangan Dengan Sebuah Tantangan, Panjat Tebing Tak Praktis Untuk Dimainkan


 berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang


Ingin melatih keseimbangan sekaligus memaksimalkan kinerja otak? Wall climbing menjadi salah satu opsi ketika Bung mempunyai waktu senggang. Olahraga ini memang belum begitu populer, namun bagi Bung yang ingin melatih keseimbangan terutama dalam cengkraman tangan, panjat tebing sangat menarik untuk dilakukan. Tantangannya pun mulai terasa dikala tangan mencari daerah untuk mencengkram. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, fisik dan kinerja otak secara bersamaan, panjat tebing yaitu pilihan tepat.


Rasa Takut Perlu Dilawan Asalkan Ada Pelampiasan


 berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang


Bagi Bung yang mempunyai fobia ketinggian niscaya tidak mau untuk mencoba olahraga yang satu ini. Tapi kalau Bung ingin tau akan sensasinya, coba pikirkan dua kali atau pun konsultasikan dengan ahlinya. Bungee jumping, olahraga yang pertama kali terkenal di Inggris, sangat memacu adrenalin. Karena Bung melompat dari ketinggan dengan kaki terikat oleh alat pengaman.


Biasanya bungee jumping dilakukan di jembatan atau di atas gedung. Dengan perhitungan yang matang kalau hal ini niscaya kondusif untuk dilakukan. Cobalah Bung melawan rasa takut akan ketinggian dengan mencoba sensasi dari bungee jumping. Karena melawan rasa takut lebih baik dari pada hidup dengan ketakutan.


Atau Tentang Derasnya Sungai Yang Tak Terbendung, Meskipun Sudah Bung Tahan Dengan Dayung


 berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang


Mengarungi derasnya sungai, dengan ganasnya fatwa yang mengarahkan ke arah bebatuan, menciptakan rafting begitu menantang. Derasnya arus memang mengerikan, tapi olahraga yang bermodalkan bahtera karet dan juga dayung ini bisa diselesaikan dengan kolaborasi tim yang matang. Karena setiap orang harus membantu menopang bahtera karet tersebut biar tidak terjungkal ke dalam sungai.


Kerjasama dan koordinasi setiap orang bakal membantu meringankan beban olahraga yang terkenal ekstrim ini. Terlebih lagi derasnya fatwa sungai terkadang tak menentu. Bukannya bermaksud menantang alam, tapi hanya ingin sedikit bersenang-senang. Olahraga yang dilakukan di alam bebas ini, memang terkenal berbahaya alasannya yaitu selain fatwa sungai yang deras, besarnya bebatuan yang menghadang menciptakan rafting terasa menantang.