Haruskah The Professor Bertahan Di Arsenal?

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Mungkin Bung sudah bosan mendengar kabar simpang siur Arsene Wenger yang katanya mau didepak dari Arsenal namun tak kunjung juga dilakukan oleh administrasi The Gunners. Padahal beberapa prestasi yang ditorehkan Wenger tidak begitu membanggakan, hanya trofi-trofi kecil saja yang bisa dikumpulkan oleh instruktur berkebangsaan Perancis ini. Pemberitaan kabar pemecatan dirinya juga bukan terjadi kali ini saja, namun sudah terjadi beberapa tahun belakangan.


Torehan bagus Arsenal hanya terjadi di tahun 2004, ketika mereka menjadi jawara Liga Inggris. Setelah itu, tim asuhan Wenger hanya bisa menduduki peringkat 4 di beberapa pagelaran liga terbaik sejagad Eropa tersebut. Tak pelak, jargon “May The Fourth Be With You” muncul untuk meledek Arsenal yang merupakan plesetan dari jargon film Sci-Fi ternama, Star Wars.


Pendukung pun banyak yang kecewa atas kepemimpinan Arsene Wenger sehingga mereka melaksanakan long march sebagai bentuk kekecewaan dan harapan Wenger untuk keluar. Wenger telah berada di Arsenal semenjak tahun 1996, yang mana ia menjadi instruktur terlama yang mendampingi tim di Liga Inggris sesudah Sir Alex Ferguson, dalam masa baktinya Wenger telah menyumbangkan 17 tropi kepada Arsenal, 3 diantaranya ialah trofi Liga


Gagal Memberikan Prestasi Nyata Selama 13 Tahun


Mungkin Bung sudah bosan mendengar kabar simpang siur Arsene Wenger yang katanya mau didep Haruskah The Professor Bertahan Di Arsenal?

Sumber : Talksport.uk


Setelah mendobrak Liga Inggris dengan menjadi juara tanpa terkalahkan dalam satu musim, menciptakan nama Arsene Wenger menjadi naik ke permukaan. Keharuman namanya kala menukangi Thiery Henry, Robert Pires, Patrick Viera, Dennis Bergkamp dan Ashley Cole, mengakibatkan ia memperoleh gelar “The Professor”. Setelah masa tersebut, nama Arsenal kian meredup, tak ada regenerasi terbaik menciptakan nama Arsenal kian terbenam.


Selama 13 tahun Arsenal tidak pernah merasakan lagi manisnya trofi Liga Inggris, hanya puas menjuarai Piala FA. Tentu bukan menjadi torehan terbaik untuk tim besar. Namun, nama Arsene Wenger tetap tak tergeserkan. Padahal jika menengok ke tim-tim besar lainnya saja nama-nama ibarat Roy Hodgson, Brendan Rodgers, Louis Van Gaal dan Jose Mourinho, semuanya terdepak kala tidak bisa menawarkan gelar.


Tidak Dapat Mengolah Talenta Terbaik Yang Dimiliki


Mungkin Bung sudah bosan mendengar kabar simpang siur Arsene Wenger yang katanya mau didep Haruskah The Professor Bertahan Di Arsenal?

Sumber : Standart.co.uk


Arsenal selalu mempunyai bakat terbaik setiap musim, namun tidak sanggup dikelola dengan matang oleh Wenger. Padahal ada beberapa nama yang mempunyai skill mumpuni dan daya juang tinggi. Seperti nama Cesc Fabregas contohnya yang pernah berjuang bersama tim muda Arsenal sekaligus seniornya. Memang ia mempunyai banyak tugas ketika di Arsenal. Namun pada masa emasnya, Arsenal justru melepasnya begitu saja ke tim Barcelona.


Selain itu pada kurun 2000-an Arsenal pernah menolak Zlatan Ibhrahimovic. Dulu Arsenal memang mempunyai scout talent handal yang kerjanya memantau beberapa nama pemain yang bersinar. Salah satu yang dibidik ialah Zlatan, karena ditawari trial terlebih dahulu justru menciptakan Zlatan tidak tertarik. Tak sanggup mengakomodasi beberapa bakat terbaik yang dimiliki menciptakan Arsene Wenger kerap tidak sanggup menjaga kedalaman skuadnya.


Wenger Jago Menghemat Keuangan


Mungkin Bung sudah bosan mendengar kabar simpang siur Arsene Wenger yang katanya mau didep Haruskah The Professor Bertahan Di Arsenal?

Sumber : Telegraph.co.uk


Memang ini menjadi salah satu keahlian Wenger sehingga ia sanggup disenangi administrasi alasannya ialah bisa menghemat keuangan klub. Cara menghemat yang dilakukan Arsene Wenger ialah dengan menjual dan membelanjakan pemain yang berimbas kepada skuadnya sendiri.


Di jendela transfer animo hambar saja Arsenal telah melepas Theo Walcott ke Everton dan Alex Oxlade Chamberlain ke Liverpool, serta kabar terhangat ialah melego bintang Chili, Alexis Sanchez, menuju Manchester United dengan opsi dituker Mkhitaryan. Itu merupakan hal sulit, tidak hanya bagi Arsenal tapi bagi Mikhitaryan yang mesti berkostum Arsenal. Sedangkan Alexis gembira dengan jersey nomor 7-nya di Setan Merah, iya merayakannya dengan  selfie.


Hal ini sudah dilakukan oleh Wenger semenjak dulu ibarat membeli Nicolas Anelka dari PSG pada tahun 1997 sebesar 500 ribu Poundsterling dan menjualnya 23,5 juta poundsterling beberapa tahun kemudian ke Real Madrid. Padahal Anelka digadang-gadang menjadi pemain emas di Arsenal. Hemat pangkal kaya nampaknya menjadi motivasi bagi Wenger untuk selalu menghemat.


Kandidat Pengganti The Professor


Mungkin Bung sudah bosan mendengar kabar simpang siur Arsene Wenger yang katanya mau didep Haruskah The Professor Bertahan Di Arsenal?

Sumber : Standart.uk


Kandidat instruktur pengganti secara otomatis dimunculkan untuk menggantikan Arsene Wenger yang kerap gagal membawa pulang piala Liga Inggris. Terlebih lagi fans juga sudah mendesak semoga administrasi cepat-cepat mendepak Wenger yang sudah terlalu usang menjabat sebagai pelatih. Beberapa nama yang muncul ialah Carlo Ancelotti,  Joachim Low, Patrick Vierra hingga Mikel Arteta.


Mikel Arteta yang pernah menjadi kapten Arsenal kini sedang menimba ilmu di Manchester City sebagai ajun dari Pep Guardiola. Bisa saja ada kesempatan bagi pemain yang pensiun di tahun 2016 ini untuk mengambarkan tajinya sebagai instruktur selain beberapa nama yang menjadi kandidat.


Mendapatkan Jaminan Aman Dari Pemilik Saham


Mungkin Bung sudah bosan mendengar kabar simpang siur Arsene Wenger yang katanya mau didep Haruskah The Professor Bertahan Di Arsenal?

Sumber : Standart.co.uk


Alasan Arsene Wenger tidak segera didepak mungkin saja alasannya ialah dirinya disenangi oleh sang pemiliki Arsenal itu benar apa adanya. Padahal tidak pernah membawa pulang trofi bergengsi, namun kinerja yang ditunjukan Wenger justru disenangi oleh Stan Kroenke, yakni sang pemegang saham lebih banyak didominasi dari Arsenal. Bahkan bagi Kroenke Arsenal selalu masuk dalam empat besar selama 20 animo ialah prestasi.  Tidak ada klub Liga Inggris lain yang berprestasi ibarat The Gunners, tambah Kroenke.