Duduk Tanpa Budpekerti Di Gbk

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Bukan lantaran prestasi, tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut menciptakan bangga. Bersolek dalam rangka menyambut Asian Game 2018, yang akan di gelar di Jakarta dan Palembang, GBK hadir dengan wajah gres bertaraf Internasional.


Diresmikan bertepatan dengan uji coba sabung persahabatan antaran timnas Indonesia dengan timnas Islandia, kemarin Minggu, 14 Januari 2017. Gelora Bung Karno kini bisa menampung 80 ribu penonton dengan akomodasi bangku yang sudah jauh lebih baik.


Namun seusai pertandingan berlangsung, ada hal lain yang justru menciptakan kita masih bingung. Ya, resah wacana perilaku dari mitra suporter lain yang masih saja kampungan. Bagaimana tidak, selama pertandingan berlangsung beberapa orang yang tertangkap kamera mengangkat kaki dengan santainya.


Ulah Tanpa Etika, Janganlah Bung Bawa Kemana-mana, Apa Lagi Untuk Menonton Bola


 tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut menciptakan gembira Duduk Tanpa Etika di GBK

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/


Duduk serampangan bukanlah sesuatu yang baru, tapi kalau Bung sedang duduk di warung kopi. Tapi masalahnya, GBK yakni stadion bola, bukan warung kopi langganan yang bisa duduk sembarangan.


Beberapa mitra berujar ini mungkin masih wajar, tak perlu dibesar-besarkan. Tapi Bung perlu menjaga aturan. Wajah gres dari GBK ini haruslah diimbangi dengan insan yang mengisinya, apa tak aib stadionnya sudah glamor tapi kelakuan penontonya masih saja tak berubah?


Kami rasa Bung paham, dari banyaknya foto-foto yang beredar di sosial media dua hari terakhir. Posisi duduk mereka memang cukup memprihatikan. Mulai dari berdiri menginjak tubuh kursi, hingga duduk di ujung sandaran. Tak heran jikalau selepas sabung ahad kemarin, ada beberapa bangku yang alhasil rusak.


Tak Bisa Dibendung, Kalau Bung Masih Saja Ngeyel Siap-siap Dibuat Malu






Benar memang, semakin besar stadion tentu semakin besar pula tanggung jawab pengelolanya. Hal itu pulalah yang mungkin sedang jadi tantangan bagi pihak penanggung jawab GBK. Sebab meski sudah ada larangan di sana-sini yang jadi peringatan, para penonton masih saja tak mengindahkannya.


Dan jikalau masih saja tak jera, ketika ini tim pengelola mempunyai trik jitu yang akan sedikit membantu untuk mengatasinya. Bung perlu tahu, kini GBK sudah dilengkapi akomodasi yang mumpuni, ada sekitar 250 CCTV yang telah terpasang di setiap sisi penjuru stadion. Dengan kamera yang mempunyai resolusi hingga 7K, muka Bung akan dipajang di layar utama sebelum dan ketika jeda pertandingan berlangsung jikalau masih saja bersikap tanpa aturan.


Sebab Sikap Bung Makara Jati Diri Negara, Tak Bosan Dicap Sebagai Suporter Sampah?


 tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut menciptakan gembira Duduk Tanpa Etika di GBK

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/


Beberapa tahun lalu, pendukung timnas gencar menyuarakan peningkatan akomodasi stadion. Anehnya ketika fasilitasnya sudah bermetamorfosis menyerupai yang diinginkan, ada suporter yang masih saja bersikap tak semestinya.


Kami tak perlu beberkan satu per satu, peran jelek yang menjadi lantaran akhir dari rusuhnya penonton sepak bola di negara ini. Lalu mau hingga kapan kita tak berubah? Dan tak hanya berlaku pada wajah dari foto-foto yang kini telah tersebar, pertanyaan ini juga ditujukan untuk setiap Bung yang sedang membaca.


Kami rasa duduk hening menonton sabung tidak susah, kalaupun memang ingin berekspresi cukup berdiri. Tak perlu hingga menginjak kursi.


Karena Pemerintah Sudah Berupaya, Saatnya Kita Menjaga


 tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut menciptakan gembira Duduk Tanpa Etika di GBK

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/


Pemerintah sudah mengatakan upaya dan perhatiannya, dengan merubah tampilan GBK jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika Bung masih belum tahu, biaya dari total keseluruhan pembangunan ini menghabiskan dana 700 miliar rupiah. Nilai yang cukup seimbang dengan akomodasi yang kini bisa Bung rasakan.


Dan tak hanya boleh turut berbangga, harusnya sebagai warna negara yang juga jadi suporter, kita juga wajib untuk menjaga. Dan sejumlah kerusakan yang kini marak beredar dimedia sosial, jadi bukti bahwa tak semua penonton di liga kemarin sudah memahami arti kata menjaga yang sesungguhnya.


Laga Pertama Kemarin Timnas Memang Tak Menang, Tapi Cobalah Makara Penonton yang Tenang


 tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut menciptakan gembira Duduk Tanpa Etika di GBK

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/


Mewahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang bukanlah sebuah jaminan untuk timnas menang. Sebab pada sabung pembuka dengan Islandia ahad kemarin, timnas kita kalah telak dengan skor 1-4. Tiga gol yang dicetak Albert Gudmundsson dan satu gol dari Arnor Smarason, berhasil membawa Islandia memenangkan pertandingan.


Tak boleh patah arang, sebagai suporter yang baik teruslah mendukung dan menonton dengan tenang.