Rasa Dendam Mantan Instruktur Asal Belanda Terhadap Manchester United

Posted by Ganas003 on 22.19 in

Ada salah satu film yang menggambarkan sifat balas dendam paling keji. Film itu yaitu Oldboy. Sebuah film Korea yang diproduksi di tahun 2003. Apabila Bung tidak tahu, Oldboy menceritakan wacana Dae-Su yang memergoki salah satu temen sekolahnya, Woo-Jin, melaksanakan hubungan intim dengan abang perempuannya.


Setelah melihat insiden tersebut. Dae-Su menceritakan hal tersebut kepada temannya dan tersiarlah ke seluruh antero sekolah. Hal memalukan itu, menciptakan abang wanita Woo-Jin bunuh diri. Karena rasa aib yang diembannya dengan melaksanakan hubungan sedarah.


Selepas dewasa, Woo-Jin melaksanakan balas dendam dengan mengurung Dae-Su selama 15 tahun. Setelah 15 tahun, Dae-Su pun bertemu wanita muda yang membantunya untuk memecahkan misteri siapa yang memenjarakan dirinya selama ini.


Rasa cinta pun tumbuh antara Dae-Su dengan sang perempuan, alasannya yaitu sering kali bergelut misteri bersama. Singkat cerita, Dae-Su mengetahui pelakunya yaitu Woo-Jin. Ia pun menanyakan alasan mengapa Woo-Jin memperlakukan itu semua. Setelah ia menceritakan wacana kasus terbunuhnya sang abang wanita beberapa tahun lalu, Woo-Jin menunjukkan sebuah foto. Tentang Dae-su dengan wanita tersebut yang membantu memecahkan misteri wacana dirinya.


Perempuan tersebut yaitu anak kandung dari Dae-Su yang terpisah selama 15 tahun. Mereka dipertemukan dengan cara orang suruhan Woo-Jin yang menghipnotis. Selama masa hipnotis, Dae-Su menjalin cinta dengan anak kandungnya. Hubungan intim pun tak terhindarkan.


Sontak ia kaget dengan fakta tersebut. Dae-su pun memotong lidahnya sebagai tanda ia kecewa atas omongan yang menciptakan abang wanita Woo-jin meninggal. Dendam pun terbalaskan, dimana hubungan inses yang terkuak ke permukaan dibalas dengan hubungan inses yang terahasiakan.


Sama halnya dengan goresan pena ini. Louis Van Gaal. Pelatih yang sukses mengantar Belanda menjadi semi-finalis piala dunia 2014. Cemerlangnya Van Gaal, menciptakan dirinya ditarik ke Manchester United. Sayang namun sayang, di United, Van Gaal belum bisa menunjukkan servis yang memuaskan.


“Saya mungkin tak melatih klub lagi. Namun ada pengecualian, bila klub besar Inggris tiba ke saya, maka saya akan melatih lagi. Soalnya saya akan punya kesempatan untuk membalas dendam ke MU,” ungkapnya menyerupai dilansir Mirror.


Sempat menyatakan pensiun. Van Gaal nampaknya tidak sanggup pensiun dengan hening apabila tidak sanggup melancarkan dendam. Sama menyerupai Woo-Jin, yang tak sanggup hidup hening sebelum membalaskan dendam.


Merasa Disalahkan Membuat Dirinya Punya Sifat Dendam


Ada salah satu film yang menggambarkan sifat balas dendam paling keji Rasa Dendam Mantan Pelatih Asal Belanda Terhadap Manchester United

Sumber : Fajar.co


“Jika Anda bertanya kepada saya bagaimana saya di Man United. Saya akan menyampaikan bahwa itu yaitu tahun terbaik saya. Kami bermain sepak bola yang cukup baik. Tapi bukan sepak bola yang diapresiasi di Inggris,” ungkapnya menyerupai dilansir Soccerway.


Van Gaal merasa dirinya telah melaksanakan yang terbaik kepada “Setan Merah”. Untuk mengembalikan taji United di liga inggris. Maklum, di demam isu sebelumnya, David Moyes, cukup menciptakan United sebagai tim yang kacau balau.


Namun taktik yang ia lakukan nampaknya tidak efektif. United tak bisa memuncaki Liga Inggris dalam masa jabatannya. Apa lagi keluar sebagai juara. Toh, kemauan dari pemilik pastilah menjadi jawara, bukanlah rahasia.


Mungkin bagi Van Gaal, proses untuk membangun tim membutuhkan waktu. Tapi tiga demam isu tidak sanggup berbicara banyak di liga. Mau bagaimana lagi, didepak yaitu jawabannya. Ya kan Bung?


Kalau Aku Kurang Memuaskan, Kenapa Tidak Dibicarakan


Ada salah satu film yang menggambarkan sifat balas dendam paling keji Rasa Dendam Mantan Pelatih Asal Belanda Terhadap Manchester United

Sumber : Paradise.co


Mengurus tim bukanlah kasus gampang. Bahkan menggiring domba dari ladang untuk pulang sangkar saja, membutuhkan sebuah usaha. Apa lagi mengurus sebuah tim sesudah ditinggal ayah terbaiknya (Sir Alex Ferguson). Jelas sulit.


Van Gaal sendiri berbicara bahwa manajamen bekerjsama tidak ada persoalan apa-apa soal hasil yang ia berikan. Ya, terkesan fine fine saja. Tapi ketika tiba-tiba dirinya dipecat secara tidak mengenakkan. Itu menciptakan dirinya bertanya-tanya.


“Apakah mereka (Petinggi United) tidak bahagia dengan hasil atau penampilan di bawah administrasi saya? Tidak. Tapi tiba-tiba mereka bisa mendapat Mourinho untuk jangka panjang. Seorang manajer dengan nilai komersil terbesar di dunia,” umpatnya menyerupai dilansir Soccerway.


Dendam Itu Mungkin Bisa Dijabarkan Dengan Kalimat. Seperti Van Gaal, Kalimat “Bukan Dia Tapi Aku” Rasanya Pas


Ada salah satu film yang menggambarkan sifat balas dendam paling keji Rasa Dendam Mantan Pelatih Asal Belanda Terhadap Manchester United

Sumber : Thesun.com


“Namun ketika ini, ketika melihat Man United, saya harus menyimpulkan Mourinho tidak mengalami kritikan ketika sepak bola menyerupai itu jauh lebih membosankan. Apa yang diproduksi Man United kini yaitu sepak bola defensif. Saya selalu bermain menyerang,”  kata Van Gaal kepada Mirror.


Merasa menampilkan yang terbaik, dengan menerapkan filosofi sepak bola menyerang, dianggap Van Gaal bahwa dirinya lebih baik dari Mourinho. Seseorang yang pernah bekerja sama dengannya sewaktu di Barcelona dalam dingklik kepelatihan.


Namun filosofi yang diterapkan rasanya kurang. Bermain menyerang tapi tak kunjung menang, buat apa? Secara statistik pun bisa terlihat Bung. Dari 103 pertandingan United di bawah kepelatihan Van Gaal. United hanya menang 54 kali dan menghasilkan sebuah trophy, piala FA di demam isu 2017. Rasanya kurang begitu relevan, apabila menerapkan sepak bola menyerang tapi tidak mendapat banyak kemenangan.


Sesungguhnya Dendam Ini Bukan Tentang Dia, Tapi Tentang Kebijakan Anda


Ada salah satu film yang menggambarkan sifat balas dendam paling keji Rasa Dendam Mantan Pelatih Asal Belanda Terhadap Manchester United

Sumber : Independent.uk


Rasa kecewa diterima Van Gaal atas perlakuan Chief Executive United, Ed Woordward. Tanpa ada nada diplomatis, tiba-tiba Woodward tetapkan kontrak dengan Van Gaal. Sungguh hal yang tidak mengenakkan.


Ketika tahu dirinya digantikan Mourinho, ia memang sempat mengkritik dalam beberapa balasan terhadap media. Tapi ia menyangkal kalau punya dendam dengan Mourinho. Baginya perilaku manajemenlah yang menyulut dendam kesumatnya.


“Woodward harusnya bicara ke saya dan kami bisa pecahkan persoalan itu. Saya tak punya persoalan dengan Mourinho,” jelas Van Gaal terhadap Mirror.


Istriku Selalu Di Sampingku Mencoba Untuk Membantu


Ada salah satu film yang menggambarkan sifat balas dendam paling keji Rasa Dendam Mantan Pelatih Asal Belanda Terhadap Manchester United

Sumber : Independent.uk


“Saya tahu kalau klub selalu memikirkan masa depan. Saya tahu itu, tapi Ed tidak pernah membicarakannya bersama saya. Bahkan, istri saya harus mengorek gosip mengenai kabar pemecatan saya dari sumber lain, padahal ketika itu ia sedang bersama keluarga Woodward,” pungkas Van Gaal kepada Daily Mail.


Istri Van Gaal memang orang yang setia. Ia menunjukkan tunjangan istimewa, padahal banyak bunyi di luar sana yang berbicara beda. Rasa dendam Van Gaal bekerjsama yaitu rasa kecewa yang dihaluskan. Sebenarnya ia ingin menunjukkan pembuktian.


Meskipun tim Jerman, Leverkusen, sempat terdengar kabar meminati dirinya tapi ia tetap bersikukuh. Bahwa hanya tim besar Liga Inggris saja yang akan beliau terima, sebagai pelancar rasa dendamnya.