Jadi Pria Yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Perempuan tak butuh janji, mereka hanya ingin mencari pria yang pasti. Yap, niscaya memberi kepastian bukan bualan.


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati. Tapi untuk suatu kekerabatan yang pasti, wanita tak butuh itu.


Hari ini si nona mungkin tersenyum, merasa disanjung oleh kalimat-kalimat puitis yang Bung sampaikan. Tapi jangan heran, esok tiba-tiba si nona akan tiba dan bilang Bung ialah pembual.


Sekilas ini memang beda, antara suka berbicara yang bagus dengan membual. Namun intinya dua kata ini mempunyai pengertian yang sama.


Sebab Janji Kaprikornus Sebuah Ilusi yang Praktis Terucap Namun Sulit Dijaga


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


“Iya, besok saya belikan ya!”


Padahal dalam hati Bung sedang berpikir keras mau cari uang dari mana untuk membelikan usul si nona. Gambaran ini jadi satu dari banyaknya akad yang kadang Bung buat. Bukan lantaran memang ingin, bisa jadi hanya sebagai tameng untuk terlihat keren atau berusaha selamat dari desakan.


Ya kalau ternyata si nona terus menuntut itu masuk akal alasannya ialah Bung sudah menjanjikannya. Sebaliknya kalau ternyata masih saja menuntut meski Bung bilang tak bisa, ya tinggalkan, itu artinya doi tak baik untuk Bung.


Sekilah pesan yang terbersit dalam ucapan yang Bung sampaikan memang menjanjikan sebuah kesenangan yang lebih baik. Padahal bukankah tak ada yang bisa menjamin segala sesuatu yang ada didepan?


Baik Kalau Tidak Ada Halangannya, Tapi Kalau Ada? Lantas Bagaimana?


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Situasi bisa berubah kapan saja, akad yang tadi Bung rasa gampang akan terasa lebih sulit dari biasanya. Sialnya kalau hambatan yang hadir justru akan menggagalkannya, itu artinya Bung harus siap dicap sebagai pembual. Bukannya makin dipercaya, ini malah jadi sisi negatif yang menciptakan Bung dijauhi olehnya.


Berharap yang baik tentu saja tak salah, namun Bung tentu tak punya kuasa untuk menghalau semua yang akan terjadi. Coba Bung ukur dulu kemampuan diri, semoga akad yang tersepakati bisa dipenuhi.


Ya Benar Ini Kaprikornus Bukti, Tapi Faktanya Kadang Hanya Ucapan Bibir Semata


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Nah ini ialah tameng yang sering Bung pakai untuk membuatnya terkesan. Dengan cita-cita si nona akan berpikir bahwa Bung memang sungguh-sungguh sayang. Padahal hal lain yang jadi alasannya, tak selalu begitu.


Rencana tentu bukan sebuah kemustahilan yang tak bisa kita lakukan, tapi pada akad ada sebuah ikatan yang memang harus Bung buktikan.


Jangan Bung pikir berjanji ialah salah satu kiprah dari mencintai, alasannya ialah cinta tak melulu soal memberinya sebuah harapan.


Sialnya Lagi, Janji yang Terlalu Banyak Hanya Akan Membuat Bung Merasa Terbebani


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Bung boleh tak setuju, tapi percaya atau tidak inilah yang akan Bung alami. Sepanjang perjalanan Bung mungkin akan tertawa bersamanya, namun setiap kali berbalik, ada sesuatu yang tiba-tiba tergiang.


Terlalu sibuk untuk menepati janji, bisa-bisa Bung lupa bagaimana caranya mencintai. Rasa yang tadinya harusnya tumbuh dengan natural, malah terkotori oleh bualan.


Bung sibuk memenuhi, si Nona sibuk menanti. Lalu akankah ada cinta yang bisa dinikmati? Rasanya tidak!


Diibaratkan dengan Utang, Janji Kaprikornus Sesuatu yang Harus Ditepati


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Hal ini tentu jadi indikasi lain, seberapa jantan Bung sebetulnya.


Tak perlu berpikir terlalu jauh, bersama-sama Bung cukup berjanji akan hal-hal yang memang bisa terpenuhi. Jika ternyata apa yang ucapkan jauh dari kemampuan maka akan selamanya menjadi utang.


Okelah hari ini si nona mungkin tak mengungkitnya. Namun situasi seseorang tak selalu sama. Jika nanti ada kontradiksi yang cukup menegangkan, jangan heran kalau si nona tiba-tiba menyeret kembali angan-angan yang telah lampau namun belum tergenapi.


Oleh Karena Itu Bung Tak Perlu Banyak Berjanji, Cukup Cari Jalan Untuk Memberi Bukti


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Terdengar sangat naif memang kalau Bung bilang tak akan memberi janji. Namun bersama-sama pemahaman yang kami ingin sampaikan bukan itu Bung. Meminta Bung tak perlu mengumbar janji, bukan berarti Bung lantas tak boleh berjanji. Hanya saja Bung perlu lihat dulu kemampuan Bung untuk menepatinya. 


Jika ternyata tidak? Lantas untuk apa? Alih-alih menciptakan si nona terkesan, bisa-bisa si nona  malah akan merasa dipermainkan.


Sebab memberikan cinta tak melulu dengan hal-hal besar yang tampak mewah. Bung bisa memulainya dari hal-hal kecil yang Bung bisa. Itu jauh lebih berarti dari berpuluh-puluh akad glamor yang tak pernah jadi nyata.


Sikap yang Begitu Malah Kaprikornus Bukti dari Komitmen Atas Cinta yang Sedang Bung Jalani


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


John Mayer pernah berkata bahwa Love is a verb, yang berarti bagaimana besarnya rasa cinta dan sayang yang Bung punya tak selalu dilihat dari banyaknya akad yang Bung lontarkan. Tapi jangan pula Bung jadi tak mau berjanji, alasannya ialah ini jadi indikasi tak gentle yang lebih parah dari si pengumbar janji.


Artikel ini bukan sedang ingin melarang Bung untuk mengumbar janji, namun sekedar mengingatkan bahwa ada porsi yang baik untuk diikuti. Sebab kaum adam sering luput untuk mengukur diri, berpikir bahwa semua hal bisa dilakoninya. Meski faktanya tidak demikiani.


Cobalah Bung pikirkan lagi, apa iya mengumbar akad masih diminati?