Di Penghujung Tahun 2017, Saya Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan. Tak lupa tangan juga dibentangkan seraya berdoa meminta disegerakan mendapat pasangan. Mencari jodoh memang tidak praktis Bung! Setiap wanita mempunyai potensi menjadi sobat atau gebetan. Tergantung dari perilaku Bung  yang memang ingin mencari atau hanya menunggu sesuatu yang tak pasti.


Setiap pemaknaan tahun gres dibuka dengan resolusi. Tanpa sadar atau disadari, umur yang kian bertambah menjadi tanda bahwa Bung sudah matang apabila beristri. Sebagai laki-laki, tentu mencari pasangan menjadi keharusan, meski juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Pergantian tahun ke tahun, mencari dan menunggu niscaya menguras jiwa dan emosi. Satu hal yang sanggup mengobati hanya sabar. Berharap jodoh yang tak tiba dan berjumpa di tahun ini, sanggup bersua ketika tahun berganti.


Bersabar Sambil Menata Diri Sebelum Berjumpa Calon Istri


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Salah satu ungkapan yang bertebaran dan banyak didengar orang ialah “Tua itu pasti, sampaumur itu pilihan”. Umur yang bertambah terkadang tak mencerminkan sifat yang semakin matang. Kematangan bersikap harus ditata dari dalam diri, bukan menunggu semua itu terjadi. Menata diri menjadi lebih baik bukanlah suatu keharusan tapi kewajiban Bung!


Pada ketika berjumpa jodoh atau calon istri. Kematangan dalam bersikap menjadi pertimbangan, si nona akan melihat bagaimana Bung bersikap ketika menjalin relasi sebagai citra apabila melenggang ke pelaminan. Pernikahan bukan hanya soal berjuang bersama menghidupi anak hingga janjkematian memisahkan. Penyatuan dua kepala dalam menghadapi tantangan kehidupan ialah citra hidup pernikahan.


Jodoh Memang Tak Kenal Usia. Lihat Saja Hamish Daud Ketika Meminang Raisa


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Sudah menjadi diam-diam apabila jodoh sanggup tiba dari mana saja. Bertemu tahun ini atau tahun depan ialah probabilitas, sebuah kemungkinan yang sanggup iya atau tidak. Meskipun secara penelitian usia matang laki-laki untuk menikah ialah umur 25-27. Tak berarti jodoh sanggup bertemu di umur tersebut. Karena berbicara jodoh bukanlah berbicara usia. Banyak pasangan yang bertemu dan menikah di umur yang tak diduga, lihat saja pasangan Raisa Andriana dan Hamish Daud, laki-laki tampan tersebut bertemu Raisa di umur 37 dan pribadi menikahinya. Bersabar dan berusaha ialah serpihan dari menanti jodoh, bukan begitu Bung?


Menunggu Membuat Bung Kaprikornus Lebih Kuat Karena Terbiasa Mendapatkan Suatu Hal Dalam Jangka Waktu Yang Lama


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Hal yang paling tidak mengenakkan ialah menunggu. Namun menunggu sudah menjadi hal bersahabat yang ditemui laki-laki dan wanita apabila berbicara soal jodoh. Karena di zaman yang serba instan ibarat kini tak berarti segala hal sanggup didapat dengan cepat, apa lagi jodoh.


Namun dibalik rasa menunggu yang tidak mengenakkan, orang yang terbiasa menunggu akan menjadi pribadi yang lebih kuat. Terbiasa tidak mendapat sesuatu yang ia mau secara cepat, bahkan hingga tertunda sekian usang membuatnya terbiasa bersabar, ulet berusaha dan lebih ikhlas. Namun juga tak berarti Bung harus menjadi orang yang suka menunggu dulu untuk menjadi lebih kuat. Bersyukurlah apabila menunggu tidak menjadi pilihan hidup Bung. Karena menunggu bukan kasus mudah.


Lebih Memaknai Diri Soal Beristri Sebelum Menyesali Sikap Yang Tidak Berfaedah Bagi Diri Bung Dan Istri


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Jodoh sebetulnya ialah calon istri, oke kan Bung? Dalam memaknai wanita memanglah sulit alasannya sifatnya sangat beragam. Tidak ada satu teori khusus yang membahas bagaimana cara mengerti dan memahami kaum hawa. Persoalannya terletak pada Bung, kalau Bung mengenali si nona niscaya Bung paham bagaimana cara memaknainya.


Memaknai jodoh apa lagi. Perempuan yang berkenalan dengan Bung, hadir dan saling bertukar pikiran, sanggup menjadi jodoh Bung atau figuran dalam hidup yang mengiringi proses pendewasaan. Selama jodoh masih di tangan Tuhan, Bung harus berguru memaknai perempuan. Apa lagi kalau mengusut umur Bung yang sekarang, mengulik perihal ijab kabul bukan lagi hal yang mengherankan bukan? Kaprikornus lebih baik Bung siapkan diri sebelum beristri dari pada nanti kelabakan alasannya tak tahu harus melaksanakan apa ketika sudah berstatus suami.


Sudah Tahu Rasanya Menunggu? 


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Setelah Bung menunggu sekian lama, tak ayal lagi rasa jenuh dan frutasi pun hadir. Seperti dibilang di atas kalau menunggu itu tidak enak. Memang adakah orang yang bahagia untuk menunggu? Rasanya tidak Bung. Ketika jodoh(mungkin) hadir dan menegur, Bung tentu merespon dengan sangat antusias.


Membuka dialog saling mengenal satu sama lain dan menyelami keseharian, menciptakan proses perkenalan berjalan wajar. Tapi proses tersebut menimbulkan pertanyaan, alasannya di umur yang begitu kompleks biasanya Bung sarat dengan pertimbangan dan perhitungan. Sehingga Bung kembali bertanya apakah wanita ini jodohku atau ia hadir di tahun depan.


Ketidakjelasan dan ketidakyakinan yang Bung berikan kepada wanita mungkin beralasan, contohnya takut untuk melangkah, masih belum yakin alasannya belum mengenal begitu dalam. Sikap tersebut menciptakan ia menunggu usang sambil harap-harap cemas. Tapi Bung kan sudah tahu rasanya menunggu? Kaprikornus Bung pun berguru untuk tidak menciptakan orang lain menunggu.