Bung, Janganlah Bersikap Posesif

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang aneh, dan juga mengecewakan (bagi yang dicurigai). Seperti diinterogasi, Bung dicurigai melaksanakan hal yang sebetulnya tidak Bung lakukan. Argumen Bung tak berujung. Bung dibentuk tersudut seakan-akan kita yang melakukan. Tentu tidak mengenakkan bila Bung diperlakukan demikian.


Meski demikian Bung pun cenderung posesif terhadap si nona. Dikarenakan banyak faktor, menyerupai rasa takut saat mendegar miris sebuah cerita cinta sobat yang berujung perselingkuhan, atau alasannya ialah faktor masa kemudian yang pahit terhadap mantan. Cerita tersebut biasanya memicu Bung untuk bertanya-tanya, apa yang si nona lakukan saat tidak bersama Bung. Bukan begitu?


Sebenarnya posesif itu boleh saja. Asalkan masih dalam koridor yang terang dan tidak berlebihan, untuk mencoba berjaga-jaga atas kepercayaan yang Bung berikan misalnya. Namun kalau berlebihan, sudah niscaya korelasi akan berakhir. Karena tidak ada wanita yang nyaman kalau Bung berlaku posesif padanya.


Ketika Terpisahkan Dengan Jarak, Bung Merasa Tidak Tenang. Padahal Hati Kecil Telah Berucap “Dia Pasti Tidak Macam-Macam”


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Padahal Bung tidak menjalani korelasi jarak jauh atau LDR. Bung hanya berpisah alasannya ialah kebetulan tidak satu kantor. Namun, pertanyaan yang timbul selepas tak berdekatan ialah  soal “Lagi sama siapa?” dan “ Nggak lagi sama pasangan lain kan?” ialah sebuah rasa curiga yang hanya akan membebani Bung sendiri. Tak selamanya rasa curiga itu menjadi pembuktian kalau Bung itu sayang.


Karena ketidaktenangan Bung tentu juga tak lantas menciptakan bisa Bung bebas mencurigainya. Mungkin itu hanyalah rasa cemas yang berlebihan. Cobalah bersikap lebih damai dan menawarkan kepercayaan pada pasangan. Yakinlah bahwa diri Bung itu memang worth it untuk dipertahankan. Tak mungkin si nona meninggalkan orang yang berharga di matanya.


“Bolehkah Aku Bermain Dengan Teman? Tenang, Aku Hanya Berteman Saja Bukan Pacaran Kok Sayang!” Pinta Si Nona Pada Bung


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Jangan pernah membatasi pertemanan pasangan Bung. Karena pertemanan menawarkan kesempatan yang cantik untuk bertukar pikiran. Alasan takut ditinggal alasannya ialah sobat bisa memberi rasa lebih nyaman, dan takut sobat menawarkan dampak jelek bagi pasangan. Atau ada lelaki yang dianggap mencoba peruntungan untuk menjadi orang ketiga, aliran itu harus Bung enyahkan dari pikiran Bung. Kecuali kalau Bung ingin dianggap kekanak-kanakan!


Sebagai orang yang dewasa, si nona niscaya paham Bung, bagaimana cara berkomitmen, dan menghargai komitmen. Tidak mungkin orang yang Bung pilih dengan remehnya tetapkan menentukan sobat alasannya ialah ia lebih baik dari Bung.


Jangan menganggap Bung sebagai satu-satunya orang yang bisa mengerti, memahami, dan menyayangi dia. Karena pertemanan terkadang membantu menuntaskan dilema dalam hubungan. Pasti Bung pernah kan meminta solusi dengan mitra saat korelasi tampaknya mau karam?


“Jangan Emosi Dulu. Semua Hal Pasti Bisa Kujelaskan,” Lanjut Si Nona


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Ketika Bung melihat Nona sedang bersama orang lain. Lebih baik Bung jangan terlalu praktis menyimpulkan kalau Nona telah membagi hati. Karena bisa aja itu rekan kerja, teman, sahabat, atau yang lainnya. Kebetulan saja apabila temannya itu lawan jenis.


Kalau Bung tak bisa mengontrol emosi, bukan tak mungkin Bung jadi melaksanakan kekerasan pada si nona. Karena orang yang emosinya meledak-ledak sanggup dengan praktis melaksanakan kekerasan. Survei dari seorang Psikolog, Livia Iskandar, menyebut 90% pria kerap melaksanakan kekerasan terhadap pasangan alasannya ialah posesif.


“Aku Tahu Kamu Tidak Mau Kehilangan. Tapi Jangan Sampai Sikap Kamu Membuatku Menghilang.” Ujar Si Nona.


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Pangkal dari posesif ialah rasa yang kurang percaya terhadap pasangan. Lebih baik Bung cari tahu apa yang menciptakan Bung begitu posesif. Bisa saja hal tersebutlah yang menciptakan Bung tidak selalu serasi dalam menjalani hubungan. Karena rasa ketidakpercayaan.


Walaupun sang pasangan telah menawarkan kasih sayangnya, bukan berarti si nona dalam genggaman. Tapi apabila Bung selalu bersikap insecure. Maka si nona akan menghilang dan mencari pasangan lain.


Michelle Rusell, Peneliti asal Universitas Florida yang meneliti tingkat perselingkuhan pada 200 pasangan muda mengatakan, “Rasa Insecure menciptakan orang mencari pasangan lain sebagai alternatif,”.


Masa Lalu Boleh Pahit Tapi Jangan Dijahit Ke Masa Sekarang, Karena Tak Berhubungan


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Salah satu pemicu seseorang mempunyai huruf posesif ialah masa kemudian cinta yang kelam. Kisah cinta yang karam, alasannya ialah dikhianati dengan tajam. Membuat Bung naik pitam, hingga mengambil langkah sengit untuk berjaga 24 jam menyerupai satpam.


Tidak semua masa kemudian sanggup dihubungkan dengan kondisi sekarang. Jangan hingga masa kemudian yang menghantui Bung, menciptakan Bung bersikap skeptis. Apa lagi hingga tidak menganggap pasangan mempunyai ikatan.


Rasa posesif haruslah dibuang untuk menciptakan pasangan nyaman. Buatlah hal romantis, biar Bung tak dicampakkan Nona. Karena menciptakan hal romantis terhadap pasangan lebih baik, daripada selalu curiga secara kritis.