Menyambut Kembali Mantan Striker Madrid Dari Chelsea. Siapakah Dia?

Tak masuk denah permainan Antonio Conte, menciptakan Diego Costa harus kehilangan posnya sebagai pengisi lini depan The Blues Chelsea. Striker berangasan yang kerap kali terlibat perkelahian dengan bek lawan, bahkan harus angkat kaki dari Stamford Bridge untuk kembali ke tim lamanya, Atletico Madrid, di ekspresi dominan 2018. Nyaringnya bunyi terompet dan hiruk pikuk menyambut tahun gres masih hangat di pendengaran mengiringi kepindahannya.


Sumbangsihnya bagi klub yang mendaulat warna biru sebagai warna kebesaran ini, tak main-main Bung. Menorehkan dua titel liga Inggirs dan satu piala liga menjadi sebuah catatan manis selama membela Chelsea dalam 3 musim. Hal yang manis nampaknya tidak berbekas di pengecap Conte. Kedatangan Alvaro Morata sebagai striker muda sanggup jadi menjadi pemicu ia didepak.


Diego Costa merupakan bintang tua. Dikala usianya tak lagi muda namun sanggup mengambarkan ketajamannya. Kebringasan menjebol gawang lawan yakni motivasinya bermain bola. Persaingan ketat mengisi tim utama menjadi kesulitan baginya. Tak pelak, pindah dan mencari lapak bermain yang leluasa yakni buah kegelisahannya selama menjadi bab tim biru London Barat.


Apa Daya Kehadiran Antonio Conte dan Alvaro Morata Membuatku Merana


 menciptakan Diego Costa harus kehilangan posnya sebagai pengisi lini depan The Blues Chelsea Menyambut Kembali Mantan Striker Madrid Dari Chelsea. Siapakah Dia?

Sumber : Bolamotion.com


120 caps menjadi jumlah saat pemain berumur 29 tahun ini membela Chelsea. 59 gol menjadi terohan yang ia lesahkan selama diberikan keyakinan menjadi striker. Tapi kehadiran instruktur anyar Conte yang disiasati administrasi untuk menyaingi Pep Guardiola dan Jose Mourinho, justru menciptakan Costa tak nyaman. Rasa haus ingin menginjakkan kaki di lapangan tak lagi terealisasikan, hanya menjadi pengungsi kursi cadangan menjadi rutinitas Costa dalam beberapa pekan.


Alvaro Morata nampaknya menjadi alasannya Bung. Matangnya penampilan ujung tombak alumni Real Madrid dan Juventus di lini depan menggerus asa Costa untuk kembali unjuk gigi. Beda 4 tahun dari segi usia, Morata sudah 10 kali menjebol gawang lawan dari 18 kali penampilannya. Jelas bukan hal yang biasa saja untuk ukuran striker muda saat berkiprah di tim sekelas Chelsea.


Seandainya Atletico Tak Kena Sanksi…


 menciptakan Diego Costa harus kehilangan posnya sebagai pengisi lini depan The Blues Chelsea Menyambut Kembali Mantan Striker Madrid Dari Chelsea. Siapakah Dia?

Sumber : Nerrazuriale.com


Menjadi Camat Dugem yang istilahnya cadangan mati duduk gembira. Bukanlah hal yang wajar. Ibarat panggung, lapangan hijau yakni pentas di mana setiap orang harus menawarkan skill dan bakatnya. Itu pula yang terjadi sebagai pemain bola. Sebenarnya Costa sudah sanggup pindah pada pertengahan tahun lalu.


Namun sayang, Atletico Madrid  terkena hukuman dari FIFA alasannya yakni penyodoran kontrak terhadap pemain di bawah umur. Membuat kepindahan Costa gres sanggup terwujud di bulan Januari. Seandainya kepindahannya sanggup lebih cepat, niscaya Costa sudah mendapat kembali performa terbaiknya. Kembali mengganas di lapangan hijau lewat lesatannya, ya kan Bung?


Bukan Salahku Menjadi Seperti Ini. Karena Dari Kecil Aku Sudah Tak Bisa Jaga Emosi


 menciptakan Diego Costa harus kehilangan posnya sebagai pengisi lini depan The Blues Chelsea Menyambut Kembali Mantan Striker Madrid Dari Chelsea. Siapakah Dia?

Sumber : Tribuna.com


Tak sanggup menutup mata begitu saja bahwa Costa yakni pemain yang cukup tempramental, meskipun sebagai seorang penyerang terkadang bek lawan memang menghalalkan banyak sekali cara untuk menghentikan pemain di lini depan. Alhasil selama berkostum The Blues, Costa sudah mengkoleksi 33 kartu kuning dan 3 kartu merah selama ekspresi dominan 2014-2017.


Jelas torehan yang disebutkan di atas sangat mengherankan Bung untuk seseorang yang diplot sebagai striker. Namun alasan tersebut bakal terlihat terang saat kita tahu jika Costa merupakan orang yang tempramental. Jair Costa, abang kandung dari Diego Costa, juga menceritakan jika adiknya pada masa kecil juga bersikap marah apabila timnya kalah ataupun saat ia dilanggar, menyerupai dilansir Dailymail.


Aku Memang Lama Tinggal Di Inggris. Tapi Susah Untuk Ucapkan “Yes, Please”


 menciptakan Diego Costa harus kehilangan posnya sebagai pengisi lini depan The Blues Chelsea Menyambut Kembali Mantan Striker Madrid Dari Chelsea. Siapakah Dia?

Sumber : Tribuna.com


Tepat pada tanggal 1 Januari, Diego Costa, resmi berlabuh ke mantan timnya, Atletico Madrid. Kembali dipegang sang instruktur kawakan, Diego Siemone, dibutuhkan menjadi nafas gres bagi Costa untuk mengembalikan performanya. Namun ada hal unik yang Costa sesali saat meninggalkan The Blues baru-baru ini Bung.


Ia mengakui menyesal tidak berguru bahasa inggris, padahal telah melakoni tiga ekspresi dominan di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Penyesalan ini bahwasanya cukup unik untuk ukuran pemain bola, menyerupai dilansir dari Bola.com. Entah ada apa di pikiran Costa ya Bung saat tidak memanfaatkan keberadaanya di sana dengan baik.


Ketika Kembali Ternyata Aku Tak Sendiri


 menciptakan Diego Costa harus kehilangan posnya sebagai pengisi lini depan The Blues Chelsea Menyambut Kembali Mantan Striker Madrid Dari Chelsea. Siapakah Dia?

Sumber : Performgroup.com


Kembalinya Costa ke Atletico kemungkinan besar bakal disambut suka cita para fans. Bahkan dilansir media Spanyol, Marca, bakal ada 20.000 fans yang dateng ke stadion untuk menyambut kepulangan mantan striker tersebut. Namun tidak hanya Costa saja yang bakal disambut. Tetapi ada satu lagi pemain yang bergabung bareng Costa di ekspresi dominan ini.


Ia yakni Vitolo, mantan gelandang Sevilla yang berperan sebagai gelandang. Vitolo sama nasibnya menyerupai Diego Costa, pemain ini bahwasanya sudah teken kontrak semenjak bulan Juli tahun kemudian namun alasannya yakni alasan hukuman menciptakan dirinya gres sanggup bergabung awal tahun ini. Kaprikornus Costa tidak disebut secara Istimewa sendirian Bung.


 


Usia Muda Berkarir Di Luar Negeri Tak Menciptakan Nasionalisme Luntur Semenjak Dini

Ada sesuatu yang keliru ketika melontarkan kata “tidak nasionalisme” kepada Evan Dimas dan Ilham Udin karena kedua pemain ini bakal bergabung dengan tim asal Malaysia, Selangor FA, animo depan. Pernyataan yang dilontarkan oleh ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi, sontak mengundang murka publik pecinta sepak bola Tanah Air. Karena selain memberi cap tidak nasionalis, dia juga menyebut mereka mata duitan. Ketakutan Edy Rahmayadi dikarenakan Indonesia bakal berlaga di ASIAN Games 2018 selaku tuan rumah, otomatis publik berharap besar pada cabang olahraga sepak bola.


Memangnya apa yang salah Bung dengan memperkuat tim negara lain, bukannya sah-sah saja? Malahan pemain-pemain Eropa banyak diisi oleh pemain dari benua Afrika, Amerika bahkan Asia, dan prestasi mereka ketika membela timnas sama bagusnya dengan penampilan mereka di Eropa. Seperti Ronaldo Da Lima membawa Brazil memboyong piala dunia 2002 dikala ia membela Inter Milan, tim yang berasal dari negara Italia. Lantas harus bagaimanakah seorang pemain untuk meningkatkan performanya? Apakah dengan tetap bermain di liga lokal saja?


Bagaimana Mau Berkembang Kalau Pemainnya Berlaga Di Liga Yang Nggak Bagus-Bagus Amat!


Ada sesuatu yang keliru ketika melontarkan kata  Usia Muda Berkarir Di Luar Negeri Tak Membuat Nasionalisme Luntur Sejak Dini

Sumber : Jawapos.com


Seharusnya mereka yang berada di federasi sepakbola harus paham mengenai seluk-beluk sepak bola dan mengerti cara untuk membangkitkan prestasi tim nasionalnya. Tak usah jauh-jauh menengok ke tanah Eropa. Di kancah Asia, Jepang sanggup dibilang paling maju sepakbolanya. Semua bermula ketika Negeri Samurai mempunyai visi 100 tahun JFA (Semacam PSSI-nya Jepang). Dari membangun liga yang profesional, setiap tim juga diwajibkan mempunyai perguruan muda dari U-10, U-12, U-15 dan U-18. Tak ayal lagi, puncaknya di tahun 2050 Jepang menargetkan menjadi jawara Piala Dunia.


Bagaimana dengan Indonesia? Nampaknya Bung pun harus mengelus dada. Pasalnya di kancah Asia menyerupai dilansir AFC, Liga Indonesia berada di peringkat 24. Jauh dibawah Malaysia yang kualitas liganya menempati posisi ke-13. Selain itu negara-negara tetangga menyerupai Thailand, Vietnam, Filipina, Australia dan Singapura secara posisi masih berada di atas liga kita Bung. Makara tak salah apabila pemain-pemain Indonesia ingin berkarir di liga negara tetangga untuk meningkatkan kualitas permainannya. Makara kini sudah terang kan Bung mengapa jikalau ada pemain kita yang ingin berkarir diluar sebaiknya tidak perlu ditahan-tahan!


Tolak Ukur Nasionalisme Itu Dari Hati Pemain Bung, Bukan Dari Karir


Ada sesuatu yang keliru ketika melontarkan kata  Usia Muda Berkarir Di Luar Negeri Tak Membuat Nasionalisme Luntur Sejak Dini

Sumber : Mediaindonesia.com


Kalau berbicara soal nasionalisme memang bakal jadi perdebatan panjang. Memang pro dan kontra niscaya ada, dan itu sah-sah saja. Untuk urusan si kulit bundar, rasanya salah untuk bertanya seberapa besar nasionalisme pemain dari karir mereka. Tanya saja Shinji Kagawa, meskipun Jepang mempunyai liga terbaik nomor 5 di Asia, tak menciptakan dirinya puas begitu saja Bung. Menjadi bab Borrusia Dortmund dan Manchester United pernah dilakoninya. Tapi untuk urusan timnas dia selalu setia untuk membela. Bahkan Jepang berlaga di piala dunia tahun depan juga berkat andil dari dirinya. Ketika sang instruktur tak memanggilnya dalam berkelahi uji coba, ia pun merasa kecewa.


Mungkin hal ini bakal terjadi dengan Evan Dimas dan Ilham Udin, Setelah berhasil membawa timnas U-19 menjadi jawara pada kancah Asia Tenggara dan membawa ke pentas piala Asia beberapa tahun lalu. Nama Evan dan Ilham digadang menjadi bintang dan punya tugas penting, bukan hanya figuran lapangan yang dijual kisahnya untuk mendapat atensi publik saja. “Pastinya saya akan hadir dikala dipanggil tim nasional, saya selalu siap,” ujar Ilham  dikala nasionalismenya disinggung ketua umum PSSI. Makara tidak ada yang perlu ditakutkan bukan?


Banyak Tuh, Pemain Yang Nggak Main Di Liga Lokalnya Tapi Bisa Memberikan Prestasi Untuk Timnasnya


Ada sesuatu yang keliru ketika melontarkan kata  Usia Muda Berkarir Di Luar Negeri Tak Membuat Nasionalisme Luntur Sejak Dini

Sumber : Performsgroup.com


Selain Ronaldo Da Lima, Shinji Kagawa, Nama Cristiano Ronaldo juga tidak sanggup dilupakan ketika tahun kemudian membawa Portugal menjadi juara Piala Eropa mengalahkan tuan rumah, Perancis. Pemain-pemain yang berjasa membawa prestasi buat negaranya tersebut juga tidak bermain di liga lokalnya lho! Makara kalau berbicara soal Evan Dimas dan Ilham Udin yang merumput di Malaysia, dan nantinya menjadi kurang berkontribusi pada dikala ASIAN Games ialah hal keliru. Apabila diperhatikan lebih dalam, sepak bola tidak hanya individu, tapi seni administrasi dan tim. Makara tugas Evan dan Ilham di Liga Malaysia, tentu saja berbeda dengan timnas Indonesia. Makara tak perlu takut berlebihan dengan cap anti nasionalis dan mata duitan.


Kira-Kira Pemain Kelas Dunia Ada Yang Berkarir Di Liga Lokalnya Nggak Ya?


Ada sesuatu yang keliru ketika melontarkan kata  Usia Muda Berkarir Di Luar Negeri Tak Membuat Nasionalisme Luntur Sejak Dini

sumber : thesefootballtimes.co


Kalau berbicara pemain kelas dunia yang berkarir di liga lokalnya. Mungkin sederet pemain Spanyol yang berjasa membawa mereka menjuarai Piala Eropa 2008 dan 2012 sekaligus Piala Dunia 2010 patut diperhatikan. Karena lebih banyak didominasi pemain berlaga di liga lokalnya yakni La liga. Kemudian Jerman yang berhasil keluar sebagai juara piala dunia 2014 dengan agresi apiknya, apalagi ketika membantai Brazil 1-7. Mayoritas pemain Jerman pun berlaga di Bundesliga. Sederet pemain top kelas dunia ada di dua liga tersebut. Tanpa perlu disebutkan Bung niscaya tahu siapa saja mereka.


Nah bedanya adalah, liga lokal mereka menyerupai La Liga dan Bundesliga ialah formasi liga top dunia, bahkan banyak pemain dunia yang berlomba berlaga di sana. Makara sangat kompetitif untuk meningkatkan skill individu dan juga knowledge dari pemain. Hal ini rasanya belum terlalu sanggup disamakan dengan Indonesia, alasannya liga kita masih jauh dari kata berkualitas. Bahkan juara liga tahun ini saja sarat kontroversi. Makara mau gimana?


Ketakutan Di Kompetisi ASEAN Makara Alasan, Tapi Kan… 


Ada sesuatu yang keliru ketika melontarkan kata  Usia Muda Berkarir Di Luar Negeri Tak Membuat Nasionalisme Luntur Sejak Dini

Sumber : Humas.id


Sebagai tuan rumah ASIAN Game 2018, kita niscaya ingin tampil gemilang. Ya kalau sanggup tidak malu-maluin lah Bung! Apa lagi sepak bola menjadi olahraga sarat gengsi dan diminati lebih banyak didominasi masyarakat di Indonesia. Otomatis desakkan publik untuk sepak bola Indonesia sanggup berbicara banyak niscaya ada.


Tapi kalau mengecap pemain tidak nasionalis yang digadang tampil gemilang pada dikala pagelaran ini nantinya ialah hal yang kurang baik. Bakal menurunkan semangat juang pemain tersebut untuk tampil optimal di ajang ini nantinya. Seharusnya Ketua Umum PSSI sanggup menyikapi kepindahan Evan dan Ilham ke Liga Malaysia secara bijak. Karena ada satu penelitian Queen’s University Belfast menyebutkan, perpindahan pemain, peraturan dan perekrutan pemain dan instruktur asing, dan kepemilikan kesebelasan tidak berdampak kepada nasionalisme para pelaku sepakbola menyerupai dilansir Panditfootball.


Bung, Janganlah Bersikap Posesif

Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang aneh, dan juga mengecewakan (bagi yang dicurigai). Seperti diinterogasi, Bung dicurigai melaksanakan hal yang sebetulnya tidak Bung lakukan. Argumen Bung tak berujung. Bung dibentuk tersudut seakan-akan kita yang melakukan. Tentu tidak mengenakkan bila Bung diperlakukan demikian.


Meski demikian Bung pun cenderung posesif terhadap si nona. Dikarenakan banyak faktor, menyerupai rasa takut saat mendegar miris sebuah cerita cinta sobat yang berujung perselingkuhan, atau alasannya ialah faktor masa kemudian yang pahit terhadap mantan. Cerita tersebut biasanya memicu Bung untuk bertanya-tanya, apa yang si nona lakukan saat tidak bersama Bung. Bukan begitu?


Sebenarnya posesif itu boleh saja. Asalkan masih dalam koridor yang terang dan tidak berlebihan, untuk mencoba berjaga-jaga atas kepercayaan yang Bung berikan misalnya. Namun kalau berlebihan, sudah niscaya korelasi akan berakhir. Karena tidak ada wanita yang nyaman kalau Bung berlaku posesif padanya.


Ketika Terpisahkan Dengan Jarak, Bung Merasa Tidak Tenang. Padahal Hati Kecil Telah Berucap “Dia Pasti Tidak Macam-Macam”


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Padahal Bung tidak menjalani korelasi jarak jauh atau LDR. Bung hanya berpisah alasannya ialah kebetulan tidak satu kantor. Namun, pertanyaan yang timbul selepas tak berdekatan ialah  soal “Lagi sama siapa?” dan “ Nggak lagi sama pasangan lain kan?” ialah sebuah rasa curiga yang hanya akan membebani Bung sendiri. Tak selamanya rasa curiga itu menjadi pembuktian kalau Bung itu sayang.


Karena ketidaktenangan Bung tentu juga tak lantas menciptakan bisa Bung bebas mencurigainya. Mungkin itu hanyalah rasa cemas yang berlebihan. Cobalah bersikap lebih damai dan menawarkan kepercayaan pada pasangan. Yakinlah bahwa diri Bung itu memang worth it untuk dipertahankan. Tak mungkin si nona meninggalkan orang yang berharga di matanya.


“Bolehkah Aku Bermain Dengan Teman? Tenang, Aku Hanya Berteman Saja Bukan Pacaran Kok Sayang!” Pinta Si Nona Pada Bung


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Jangan pernah membatasi pertemanan pasangan Bung. Karena pertemanan menawarkan kesempatan yang cantik untuk bertukar pikiran. Alasan takut ditinggal alasannya ialah sobat bisa memberi rasa lebih nyaman, dan takut sobat menawarkan dampak jelek bagi pasangan. Atau ada lelaki yang dianggap mencoba peruntungan untuk menjadi orang ketiga, aliran itu harus Bung enyahkan dari pikiran Bung. Kecuali kalau Bung ingin dianggap kekanak-kanakan!


Sebagai orang yang dewasa, si nona niscaya paham Bung, bagaimana cara berkomitmen, dan menghargai komitmen. Tidak mungkin orang yang Bung pilih dengan remehnya tetapkan menentukan sobat alasannya ialah ia lebih baik dari Bung.


Jangan menganggap Bung sebagai satu-satunya orang yang bisa mengerti, memahami, dan menyayangi dia. Karena pertemanan terkadang membantu menuntaskan dilema dalam hubungan. Pasti Bung pernah kan meminta solusi dengan mitra saat korelasi tampaknya mau karam?


“Jangan Emosi Dulu. Semua Hal Pasti Bisa Kujelaskan,” Lanjut Si Nona


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Ketika Bung melihat Nona sedang bersama orang lain. Lebih baik Bung jangan terlalu praktis menyimpulkan kalau Nona telah membagi hati. Karena bisa aja itu rekan kerja, teman, sahabat, atau yang lainnya. Kebetulan saja apabila temannya itu lawan jenis.


Kalau Bung tak bisa mengontrol emosi, bukan tak mungkin Bung jadi melaksanakan kekerasan pada si nona. Karena orang yang emosinya meledak-ledak sanggup dengan praktis melaksanakan kekerasan. Survei dari seorang Psikolog, Livia Iskandar, menyebut 90% pria kerap melaksanakan kekerasan terhadap pasangan alasannya ialah posesif.


“Aku Tahu Kamu Tidak Mau Kehilangan. Tapi Jangan Sampai Sikap Kamu Membuatku Menghilang.” Ujar Si Nona.


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Pangkal dari posesif ialah rasa yang kurang percaya terhadap pasangan. Lebih baik Bung cari tahu apa yang menciptakan Bung begitu posesif. Bisa saja hal tersebutlah yang menciptakan Bung tidak selalu serasi dalam menjalani hubungan. Karena rasa ketidakpercayaan.


Walaupun sang pasangan telah menawarkan kasih sayangnya, bukan berarti si nona dalam genggaman. Tapi apabila Bung selalu bersikap insecure. Maka si nona akan menghilang dan mencari pasangan lain.


Michelle Rusell, Peneliti asal Universitas Florida yang meneliti tingkat perselingkuhan pada 200 pasangan muda mengatakan, “Rasa Insecure menciptakan orang mencari pasangan lain sebagai alternatif,”.


Masa Lalu Boleh Pahit Tapi Jangan Dijahit Ke Masa Sekarang, Karena Tak Berhubungan


Rasa curiga berlebihan terhadap pasangan ialah hal yang asing Bung, Janganlah Bersikap Posesif


Salah satu pemicu seseorang mempunyai huruf posesif ialah masa kemudian cinta yang kelam. Kisah cinta yang karam, alasannya ialah dikhianati dengan tajam. Membuat Bung naik pitam, hingga mengambil langkah sengit untuk berjaga 24 jam menyerupai satpam.


Tidak semua masa kemudian sanggup dihubungkan dengan kondisi sekarang. Jangan hingga masa kemudian yang menghantui Bung, menciptakan Bung bersikap skeptis. Apa lagi hingga tidak menganggap pasangan mempunyai ikatan.


Rasa posesif haruslah dibuang untuk menciptakan pasangan nyaman. Buatlah hal romantis, biar Bung tak dicampakkan Nona. Karena menciptakan hal romantis terhadap pasangan lebih baik, daripada selalu curiga secara kritis.


Sebetulnya Kapan Ketika Yang Sempurna Beli Kendaraan Beroda Empat Baru?

Berhubung membeli kendaraan beroda empat tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli kendaraan beroda empat membutuhkan janji yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli kemudian bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang sempurna untuk membeli kendaraan beroda empat baru?


Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi


Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada ketika ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.


Berhubung membeli kendaraan beroda empat tak semudah membayar makanan di angkringan Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?


Misalnya, dulu mungkin tak begitu problem naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.

Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil kendaraan beroda empat untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus memakai roda empat.


Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut


 


Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan kendaraan beroda empat yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa kendaraan beroda empat juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang usang tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari yaitu langkah yang bijak.


Kondisi paling ideal kendaraan beroda empat itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih sanggup dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian kendaraan beroda empat untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jikalau sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.


Berhubung membeli kendaraan beroda empat tak semudah membayar makanan di angkringan Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?


Sama halnya dengan insan yang telah lanjut usia, kendaraan beroda empat juga sama. Walau sparepart tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.


Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, sanggup jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang kendaraan beroda empat tersebut miliki. Sementara kendaraan beroda empat sudah melulu minta ‘jajan’ alasannya yaitu sparepart yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, sanggup jadi kendaraan beroda empat hanya teronggok tak sanggup dipakai alasannya yaitu menunggu sparepart tersedia.


Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini


Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan akomodasi yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya membisu di tempat. Kalau masih terus berkutat di kendaraan beroda empat lama, kita tak akan paham sudah ada penemuan yang akan memudahkan kita dalam berkendara.


Coba tengok contohnya Renault KWID. Di bab interiornya yang paling mencolok yaitu hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin kendaraan beroda empat yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit memakai tampilan 2D/3D.


Berhubung membeli kendaraan beroda empat tak semudah membayar makanan di angkringan Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?


Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga mempunyai fitur heater atau penghangat kabin jikalau udara di luar terlalu dingin.


Fitur macam ini belum dimiliki kendaraan beroda empat terdahulumu bukan?


Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern


Secara teknis mungkin kendaraan usang belum bermasalah. Tapi sanggup jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh alasannya yaitu dampak bosan ini sanggup melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak anggun alasannya yaitu waktu di jalan tak sanggup sensasi asiknya mengendarai mobil.


Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, contohnya kau ingin punya kendaraan beroda empat yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.


Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jikalau menyelidiki dari dimensinya kendaraan beroda empat yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.


Berhubung membeli kendaraan beroda empat tak semudah membayar makanan di angkringan Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?


Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya yaitu ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas kendaraan beroda empat crossover. Sementara bab grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.


Dengan desain apik tersebut, tak heran jikalau di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID pribadi meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.


Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas


Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan kendaraan beroda empat jadi pertimbangan pelik lain. Mobil gres menyerupai contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, mempunyai kendaraan beroda empat gres akan memangkas biaya perawatan kendaraan beroda empat yang mungkin akan kita keluarkan jikalau terus bertahan dengan kendaraan beroda empat yang sudah uzur.


Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, aksesori 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).


Berhubung membeli kendaraan beroda empat tak semudah membayar makanan di angkringan Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?


Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service terpola dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km hingga dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).


Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service terpola dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km hingga dengan 100.000 km dengan aksesori 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).


Tapi memboyong kendaraan beroda empat gres bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.


Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga sanggup dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan alasannya yaitu berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.


Di samping garansi, problem tunjangan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih gampang disetujui oleh pihak asuransi. Sementara kendaraan beroda empat yang sudah bau tanah akan sulit mendapat perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.


Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan usang boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang gres tentunya bukan langkah yang bijak.


Setelah Pcx Berevolusi, Siap Geser Pasar Nmax. Bung Pilih Mana?

Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor. Coba simak penjualan pada bulan Agustus 2017 saja sudah sebanyak 31.295 unit. Angka ini gampang didapat alasannya Nmax cuma sendirian menggarap segmen ini.


Pesaing terdekatnya PCX dari honda. Sayangnya harga yang selangit bikin PCX melempem di pasaran. Ketika itu skuter matic honda ini di banderol dikisaran 40 sampai 50 juta. Jelas terlalu mahal untuk bersaing di kelas ini.


 


Namun Honda nampaknya tak ingin kalah terus-terusan dengan dengan pesaingnya itu. Karena baru-baru ini Honda merilis skuter matic terbarunya yakni PCX 150 dan konon kabarnya pada bulan Februari tahun depan motor ini sudah dilirik. Apa yang beda sampai kali ini Honda optimis menantang Yamaha?


Dulu Impor Dari Negara Tetangga, Sekarang Dirakit Di Indonesia


Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor Setelah PCX Berevolusi, Siap Geser Pasar NMAX. Bung Pilih Mana?

Sumber : pinmg.com


Menyentuh di angka 50 juta, memang sangat memperabukan isi dompet. Bukan begitu bung? Melonjaknya harga PCX di kemunculan awal-awal dikarenakan semua rangkaiannya import secara utuh dari Thailand dan Vietnam, atau  dikenal dengan sistem Built Up (CBU).


Nah, kini PCX akan dibandrol dengan harga yang lebih murah alias kurang dari 30 juta. Hal ini dimungkinkan alasannya sudah ada pabrik Indonesia yang merakit skuter bongsor tersebut. Bahkan Presiden Direktur dari AHM, Toshiyuki Inuma, menegaskan PCX 150 ini hadir lebih canggih, dan tentu saja dengan harga yang lebih terjangkau. Selain terjangkaunya harga bagi pasar Indonesia, beberapa fitur juga dibentuk menarik dan sangat mendukung untuk perjalanan di Indonesia.


Berhenti Mesin Otomatis Mati, Jalan Mesin Otomatis Hidup, Sorry Nmax Belum Punya Teknologi Ini


Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor Setelah PCX Berevolusi, Siap Geser Pasar NMAX. Bung Pilih Mana?

Sumber : ridersdomain.com


Buat diperkotaan fitur yang dibenamkan Honda pada PCX ini terang mengungguli Yamaha. PCX memiliki fitur Idling Stop System (ISS). Sistem ini  menciptakan PCX  otomatis mati ketika kondisi berhenti, menyerupai di lampu merah dan kemacetan, dengan catatan motor berhenti selama lebih dari3 detik. Maka ECM (Engine Control Module) menciptakan mesin mati. Bila ingin kembali menyala, hanya tinggal buka gas dan PCX akan kembali hidup. Fitur ini dikatakan sanggup mengurangi emisi dan konsumsi bensin sebesar 7%.


Tarik Satu Tuas Dua Rem Terlampaui, NMAX Masih Harus Manual


Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor Setelah PCX Berevolusi, Siap Geser Pasar NMAX. Bung Pilih Mana?

Sumber : carblogindia.com


Angka kecelakaan di Indonesia memang cukup tinggi. Menurut data PT. Jasa Raharja, sebanyak 105.374 kasus kecelakaan kemudian lintas terjadi di tahun 2017 mencakup kendaraan bermotor. Korbannya mencakup usia yang produktif, di mana menyentuh angka 55,6%.


Penyebabnya sesederhana salah menarik tuas rem. Kebiasaan jelek pengguna motor di Indonesia hanya mengandalkan salah satu rem depan atau belakang untuk pengereman.  Fitur PCX berikut ini membantu pengendara dalam meminimalisir tragedi yang terjadi di jalan raya akhir kebiasaan tadi. Yup, Combi Brake System adalah sistem pengereman yang memaksimalkan rem depan dan rem belakang sekaligus, dengan hanya menarik satu tuas rem belakang. Tujuannya untuk mengatakan distribusi pengereman yang baik saat panic brake.


Karena Keyless Akan Lebih Aman


Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor Setelah PCX Berevolusi, Siap Geser Pasar NMAX. Bung Pilih Mana?

Sumber : mazpedia.com


Sekuatnya kunci motor masih saja dengan gampang dipaksa memakai kunci T oleh maling tak bertanggung jawab. Nah, PCX memperlihatkan sistem  untuk mengatasi hal ini yang tidak dimiliki oleh NMAX. Smart Key System, fitur ini mengganti kunci konvensional dengan teknologi remote dan kenop. Makara bung tak perlu lagi pakai anak kunci untuk mengaktifkan mesin.


Dengan masukan remote ke saku celana, tekan kenop yang ada di dashboard PCX. Maka mesin otomatis menyala ketika bung menekan tombol starter. Tak hanya itu, fungsi lainnya dari remote ini ada alarm untuk pengingat jikalau ada maling dan Answer Back System, memudahkan bung untuk mencari kendaraan di area parkir.


Tak Perlu Pusing Ketika Handphone Mati Di Jalan, Selama Ada PCX Semuanya Aman


Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor Setelah PCX Berevolusi, Siap Geser Pasar NMAX. Bung Pilih Mana?

Sumber : Boonsiewhonda.com


PCX juga mengatakan suguhan menarik yang memudahkan anda untuk mencharger handphone. Di dalam glovebox ada power outlet dengan output 12v-1a. Bentukanya seperti lighter yang ada di mobil, jadi bung membutuhkan adaptor untuk memkasimalkan fitur yang disebut power outlet. Oh iya bung, fitur ini sanggup dipakai apabila kontak dalam posisi On.


Fitur ini jadi sangat menarik, mengingat sebelumnya berbagai NMAX yang dipakai Bung yang bekerja sebagai ojek online. Kalau PCX punya fitur charger handphone macam ini, tentunya akan memudahkan dalam acara mereka yang aktif di gawainya bukan?


Nampaknya NMAX bakal punya pesaing besar lengan berkuasa di tahun depan dengan keluarnya PCX. Segala kecanggihan fitur dan harga yang bisa bersaing, menciptakan Honda akan mengusik penjualan Yamaha dalam pembagian terstruktur mengenai skuter matic bongsor.


Tapi terang Yamaha tak akan tinggal diam. Bisa jadi pertarungan ini akan bikin kita punya pilihan lebih menarik. Karena bukan tak mungkin NMAX terbaru juga akan dipersenjatai fitur-fitur yang canggih. Kalau sudah begini bung sendiri menentukan yang mana? NMAX atau PCX?


Jadi Pria Yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji

Perempuan tak butuh janji, mereka hanya ingin mencari pria yang pasti. Yap, niscaya memberi kepastian bukan bualan.


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati. Tapi untuk suatu kekerabatan yang pasti, wanita tak butuh itu.


Hari ini si nona mungkin tersenyum, merasa disanjung oleh kalimat-kalimat puitis yang Bung sampaikan. Tapi jangan heran, esok tiba-tiba si nona akan tiba dan bilang Bung ialah pembual.


Sekilas ini memang beda, antara suka berbicara yang bagus dengan membual. Namun intinya dua kata ini mempunyai pengertian yang sama.


Sebab Janji Kaprikornus Sebuah Ilusi yang Praktis Terucap Namun Sulit Dijaga


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


“Iya, besok saya belikan ya!”


Padahal dalam hati Bung sedang berpikir keras mau cari uang dari mana untuk membelikan usul si nona. Gambaran ini jadi satu dari banyaknya akad yang kadang Bung buat. Bukan lantaran memang ingin, bisa jadi hanya sebagai tameng untuk terlihat keren atau berusaha selamat dari desakan.


Ya kalau ternyata si nona terus menuntut itu masuk akal alasannya ialah Bung sudah menjanjikannya. Sebaliknya kalau ternyata masih saja menuntut meski Bung bilang tak bisa, ya tinggalkan, itu artinya doi tak baik untuk Bung.


Sekilah pesan yang terbersit dalam ucapan yang Bung sampaikan memang menjanjikan sebuah kesenangan yang lebih baik. Padahal bukankah tak ada yang bisa menjamin segala sesuatu yang ada didepan?


Baik Kalau Tidak Ada Halangannya, Tapi Kalau Ada? Lantas Bagaimana?


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Situasi bisa berubah kapan saja, akad yang tadi Bung rasa gampang akan terasa lebih sulit dari biasanya. Sialnya kalau hambatan yang hadir justru akan menggagalkannya, itu artinya Bung harus siap dicap sebagai pembual. Bukannya makin dipercaya, ini malah jadi sisi negatif yang menciptakan Bung dijauhi olehnya.


Berharap yang baik tentu saja tak salah, namun Bung tentu tak punya kuasa untuk menghalau semua yang akan terjadi. Coba Bung ukur dulu kemampuan diri, semoga akad yang tersepakati bisa dipenuhi.


Ya Benar Ini Kaprikornus Bukti, Tapi Faktanya Kadang Hanya Ucapan Bibir Semata


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Nah ini ialah tameng yang sering Bung pakai untuk membuatnya terkesan. Dengan cita-cita si nona akan berpikir bahwa Bung memang sungguh-sungguh sayang. Padahal hal lain yang jadi alasannya, tak selalu begitu.


Rencana tentu bukan sebuah kemustahilan yang tak bisa kita lakukan, tapi pada akad ada sebuah ikatan yang memang harus Bung buktikan.


Jangan Bung pikir berjanji ialah salah satu kiprah dari mencintai, alasannya ialah cinta tak melulu soal memberinya sebuah harapan.


Sialnya Lagi, Janji yang Terlalu Banyak Hanya Akan Membuat Bung Merasa Terbebani


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Bung boleh tak setuju, tapi percaya atau tidak inilah yang akan Bung alami. Sepanjang perjalanan Bung mungkin akan tertawa bersamanya, namun setiap kali berbalik, ada sesuatu yang tiba-tiba tergiang.


Terlalu sibuk untuk menepati janji, bisa-bisa Bung lupa bagaimana caranya mencintai. Rasa yang tadinya harusnya tumbuh dengan natural, malah terkotori oleh bualan.


Bung sibuk memenuhi, si Nona sibuk menanti. Lalu akankah ada cinta yang bisa dinikmati? Rasanya tidak!


Diibaratkan dengan Utang, Janji Kaprikornus Sesuatu yang Harus Ditepati


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Hal ini tentu jadi indikasi lain, seberapa jantan Bung sebetulnya.


Tak perlu berpikir terlalu jauh, bersama-sama Bung cukup berjanji akan hal-hal yang memang bisa terpenuhi. Jika ternyata apa yang ucapkan jauh dari kemampuan maka akan selamanya menjadi utang.


Okelah hari ini si nona mungkin tak mengungkitnya. Namun situasi seseorang tak selalu sama. Jika nanti ada kontradiksi yang cukup menegangkan, jangan heran kalau si nona tiba-tiba menyeret kembali angan-angan yang telah lampau namun belum tergenapi.


Oleh Karena Itu Bung Tak Perlu Banyak Berjanji, Cukup Cari Jalan Untuk Memberi Bukti


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


Terdengar sangat naif memang kalau Bung bilang tak akan memberi janji. Namun bersama-sama pemahaman yang kami ingin sampaikan bukan itu Bung. Meminta Bung tak perlu mengumbar janji, bukan berarti Bung lantas tak boleh berjanji. Hanya saja Bung perlu lihat dulu kemampuan Bung untuk menepatinya. 


Jika ternyata tidak? Lantas untuk apa? Alih-alih menciptakan si nona terkesan, bisa-bisa si nona  malah akan merasa dipermainkan.


Sebab memberikan cinta tak melulu dengan hal-hal besar yang tampak mewah. Bung bisa memulainya dari hal-hal kecil yang Bung bisa. Itu jauh lebih berarti dari berpuluh-puluh akad glamor yang tak pernah jadi nyata.


Sikap yang Begitu Malah Kaprikornus Bukti dari Komitmen Atas Cinta yang Sedang Bung Jalani


Bung boleh gembira untuk kemampuan mengeluarkan kata bagus yang buat si nona jatuh hati Kaprikornus Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji


John Mayer pernah berkata bahwa Love is a verb, yang berarti bagaimana besarnya rasa cinta dan sayang yang Bung punya tak selalu dilihat dari banyaknya akad yang Bung lontarkan. Tapi jangan pula Bung jadi tak mau berjanji, alasannya ialah ini jadi indikasi tak gentle yang lebih parah dari si pengumbar janji.


Artikel ini bukan sedang ingin melarang Bung untuk mengumbar janji, namun sekedar mengingatkan bahwa ada porsi yang baik untuk diikuti. Sebab kaum adam sering luput untuk mengukur diri, berpikir bahwa semua hal bisa dilakoninya. Meski faktanya tidak demikiani.


Cobalah Bung pikirkan lagi, apa iya mengumbar akad masih diminati?


Di Penghujung Tahun 2017, Saya Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku

Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan. Tak lupa tangan juga dibentangkan seraya berdoa meminta disegerakan mendapat pasangan. Mencari jodoh memang tidak praktis Bung! Setiap wanita mempunyai potensi menjadi sobat atau gebetan. Tergantung dari perilaku Bung  yang memang ingin mencari atau hanya menunggu sesuatu yang tak pasti.


Setiap pemaknaan tahun gres dibuka dengan resolusi. Tanpa sadar atau disadari, umur yang kian bertambah menjadi tanda bahwa Bung sudah matang apabila beristri. Sebagai laki-laki, tentu mencari pasangan menjadi keharusan, meski juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Pergantian tahun ke tahun, mencari dan menunggu niscaya menguras jiwa dan emosi. Satu hal yang sanggup mengobati hanya sabar. Berharap jodoh yang tak tiba dan berjumpa di tahun ini, sanggup bersua ketika tahun berganti.


Bersabar Sambil Menata Diri Sebelum Berjumpa Calon Istri


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Salah satu ungkapan yang bertebaran dan banyak didengar orang ialah “Tua itu pasti, sampaumur itu pilihan”. Umur yang bertambah terkadang tak mencerminkan sifat yang semakin matang. Kematangan bersikap harus ditata dari dalam diri, bukan menunggu semua itu terjadi. Menata diri menjadi lebih baik bukanlah suatu keharusan tapi kewajiban Bung!


Pada ketika berjumpa jodoh atau calon istri. Kematangan dalam bersikap menjadi pertimbangan, si nona akan melihat bagaimana Bung bersikap ketika menjalin relasi sebagai citra apabila melenggang ke pelaminan. Pernikahan bukan hanya soal berjuang bersama menghidupi anak hingga janjkematian memisahkan. Penyatuan dua kepala dalam menghadapi tantangan kehidupan ialah citra hidup pernikahan.


Jodoh Memang Tak Kenal Usia. Lihat Saja Hamish Daud Ketika Meminang Raisa


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Sudah menjadi diam-diam apabila jodoh sanggup tiba dari mana saja. Bertemu tahun ini atau tahun depan ialah probabilitas, sebuah kemungkinan yang sanggup iya atau tidak. Meskipun secara penelitian usia matang laki-laki untuk menikah ialah umur 25-27. Tak berarti jodoh sanggup bertemu di umur tersebut. Karena berbicara jodoh bukanlah berbicara usia. Banyak pasangan yang bertemu dan menikah di umur yang tak diduga, lihat saja pasangan Raisa Andriana dan Hamish Daud, laki-laki tampan tersebut bertemu Raisa di umur 37 dan pribadi menikahinya. Bersabar dan berusaha ialah serpihan dari menanti jodoh, bukan begitu Bung?


Menunggu Membuat Bung Kaprikornus Lebih Kuat Karena Terbiasa Mendapatkan Suatu Hal Dalam Jangka Waktu Yang Lama


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Hal yang paling tidak mengenakkan ialah menunggu. Namun menunggu sudah menjadi hal bersahabat yang ditemui laki-laki dan wanita apabila berbicara soal jodoh. Karena di zaman yang serba instan ibarat kini tak berarti segala hal sanggup didapat dengan cepat, apa lagi jodoh.


Namun dibalik rasa menunggu yang tidak mengenakkan, orang yang terbiasa menunggu akan menjadi pribadi yang lebih kuat. Terbiasa tidak mendapat sesuatu yang ia mau secara cepat, bahkan hingga tertunda sekian usang membuatnya terbiasa bersabar, ulet berusaha dan lebih ikhlas. Namun juga tak berarti Bung harus menjadi orang yang suka menunggu dulu untuk menjadi lebih kuat. Bersyukurlah apabila menunggu tidak menjadi pilihan hidup Bung. Karena menunggu bukan kasus mudah.


Lebih Memaknai Diri Soal Beristri Sebelum Menyesali Sikap Yang Tidak Berfaedah Bagi Diri Bung Dan Istri


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Jodoh sebetulnya ialah calon istri, oke kan Bung? Dalam memaknai wanita memanglah sulit alasannya sifatnya sangat beragam. Tidak ada satu teori khusus yang membahas bagaimana cara mengerti dan memahami kaum hawa. Persoalannya terletak pada Bung, kalau Bung mengenali si nona niscaya Bung paham bagaimana cara memaknainya.


Memaknai jodoh apa lagi. Perempuan yang berkenalan dengan Bung, hadir dan saling bertukar pikiran, sanggup menjadi jodoh Bung atau figuran dalam hidup yang mengiringi proses pendewasaan. Selama jodoh masih di tangan Tuhan, Bung harus berguru memaknai perempuan. Apa lagi kalau mengusut umur Bung yang sekarang, mengulik perihal ijab kabul bukan lagi hal yang mengherankan bukan? Kaprikornus lebih baik Bung siapkan diri sebelum beristri dari pada nanti kelabakan alasannya tak tahu harus melaksanakan apa ketika sudah berstatus suami.


Sudah Tahu Rasanya Menunggu? 


Untuk urusan jodoh memang harus diserahkan kepada Tuhan Di Penghujung Tahun 2017, Aku Berdoa Mendapatkanmu Wahai Jodohku


Setelah Bung menunggu sekian lama, tak ayal lagi rasa jenuh dan frutasi pun hadir. Seperti dibilang di atas kalau menunggu itu tidak enak. Memang adakah orang yang bahagia untuk menunggu? Rasanya tidak Bung. Ketika jodoh(mungkin) hadir dan menegur, Bung tentu merespon dengan sangat antusias.


Membuka dialog saling mengenal satu sama lain dan menyelami keseharian, menciptakan proses perkenalan berjalan wajar. Tapi proses tersebut menimbulkan pertanyaan, alasannya di umur yang begitu kompleks biasanya Bung sarat dengan pertimbangan dan perhitungan. Sehingga Bung kembali bertanya apakah wanita ini jodohku atau ia hadir di tahun depan.


Ketidakjelasan dan ketidakyakinan yang Bung berikan kepada wanita mungkin beralasan, contohnya takut untuk melangkah, masih belum yakin alasannya belum mengenal begitu dalam. Sikap tersebut menciptakan ia menunggu usang sambil harap-harap cemas. Tapi Bung kan sudah tahu rasanya menunggu? Kaprikornus Bung pun berguru untuk tidak menciptakan orang lain menunggu.


 


Bekerja Keras Dalam Diam, Biarkan Sukses Yang Membuktikan

Jadi insan yang berhasil pada setiap garis kehidupan, sudah niscaya jadi impian semua orang. Caranya pun beragam, mulai dari bekerja keras tanpa mengenal lelah sampai rancangan besar yang telah dipersiapkan sebelumnya.


Tapi Bung, sukses bukanlah panggung orasi, Bung tak perlu berteriak untuk dilihat. Jadilah beda dengan cara yang tak biasa. Menciptakan sesuatu yang mengejutkan, walau selama ini dianggap selalu diam.


Sebagian mitra lain mungkin gemar berbicara untuk semua mimpi-mimpinya. Tapi Bung tak perlu begitu. Sebaliknya, mari mulai bekerja tanpa harus banyak berkata sampai nanti semua pencapaian Bung akan jadi bukti nyata.


Ini Jelas Tidak Mudah, Sebab Bung Tentu Kerap Dianggap Tak Punya Masa Depan Cerah


Jadi insan yang berhasil pada setiap garis kehidupan Bekerja Keras dalam Diam, Biarkan Sukses yang Membuktikan


Dalam pergaulan, Bung yang memang kebetulan tak banyak bicara kerap diasingkan kolam insan yang tak layak diperhitungkan. Sebab masyarakat kita percaya bahwa beliau yang tidak sanggup berbicara di hadapan khalayak ramai tak akan mempunyai citra masa depan. Wajar memang, lantaran sebagai seorang pria sudah seharusnya Bung berani.


Namun dalam perjalanan untuk upaya menuju mimpi yang diinginkan, ini bukan poin utamanya. Bung butuh rasa hening untuk sanggup berpikir lebih dalam. Menimbang semua keputusan sampai menciptakan rencana lain dengan matang.


Masa ini akan lebih baik kalau dipakai untuk lebih memahami diri sendiri. Apa yang gotong royong Bung ingini, sampai bagaimana jalan meraih mimpi.


Lagi pula Mimpi yang Bung Punya Tak Harus Dibagikan Pada Semua Orang


Jadi insan yang berhasil pada setiap garis kehidupan Bekerja Keras dalam Diam, Biarkan Sukses yang Membuktikan


Satu dua orang mungkin masih sanggup dipastikan senang, tatkala Bung membagikan harapan kepada mereka. Dan selebihnya? Bung tentu tak sanggup membatasinya. Mulai dari yang tak suka, sampai mereka yang karenanya meniru rancangan karya yang akan Bung realisasikan.


Tanpa bermaksud untuk meminta Bung jadi insan sombong yang merasa agung atas mimpi, Bung harusnya paham kalau Bung hidup dengan tingkat persaingan tinggi. Salah satu langkah saja, bisa-bisa Bung sudah didahului orang lain yang sudah mengetahuinya.


Sebab Bercerita Pada Publik Hanya Makara Bayang-bayang yang Tak Akan Berpengaruh Apa-apa


Jadi insan yang berhasil pada setiap garis kehidupan Bekerja Keras dalam Diam, Biarkan Sukses yang Membuktikan


Yap, bercerita memang menciptakan Bung banyak dikenal dan secara tidak pribadi akan menggambarkan bagimana Bung nanti. Tapi disinilah bahayanya, legalisasi dari orang lain justru sering menciptakan Bung merasa puas lebih dulu. Walau gotong royong belum berbuat apa-apa, Bung kerap akan berpikir telah berhasil lantaran orang lain saja sudah mengakuinya.


Efeknya, usaha yang tadinya sanggup lebih keras berangsur melemah, kalau dibandingkan dengan mereka yang menceritakan mimpinya pada diri sendiri saja. Tanpa harus kami beri tahu, Bung tentu sudah paham bagaimana kerasnya usaha di lapangan.


Dia yang tak bekerja keras untuk mewujudkan, tentu tidak akan menang.


Bung Hanya Butuh Fokus Pada Tujuan, Tanpa Terpengaruh Ekspektasi Orang


Jadi insan yang berhasil pada setiap garis kehidupan Bekerja Keras dalam Diam, Biarkan Sukses yang Membuktikan


Selain menerima masukan, bercerita pada orang kadang-kadang hanya menganggu fokus pikiran. Kalau tak percaya Bung sanggup mencoba mengamati mereka yang ada di sekitar. Pada beberapa kasus, mereka yang gagal sering disebabkan oleh pihak lain di luar diri. Padahal satu-satunya pihak yang berhak untuk memilih mimpi Bung ialah diri Bung sendiri.


Mari tutup indera pendengaran untuk semua ekspektasi mereka, tanggung jawab Bung hanya berupaya mewujudkan mimpi menjadi nyata. Bukan memenuhi perkiraan-perkiraan lain yang mereka katakan. Lagi pula tak ada hukum yang mengharuskan Bung untuk menyesuaikan mimpi dengan ekspetasi orang lain. Bung tidak perlu risau atau tak lezat hati, lantaran kisah ini ialah milik Bung seutuhnya.


Namun Jika Memang Butuh Berbagi, Bung Bisa Cari Kawan yang Tepat Untuk Mendengarkan


Jadi insan yang berhasil pada setiap garis kehidupan Bekerja Keras dalam Diam, Biarkan Sukses yang Membuktikan


Ini jadi babak penting yang perlu diperhatikan Bung perhatikan. Jika ternyata bercerita memang perlu, cobalah cari mereka yang memang sanggup menyuntikkan semangat. Menjadi cuilan yang menguatkan dan memberi masukan. Dan pada fase ini, Bung memang harus akil dalam hal memilah-milah. Mana beliau yang sesungguhnya membantu dan tidak.


Tak perlu sungkan, mintalah tolong kalau memang diinginkan. Tapi Bung juga berhak untuk berkata tidak untuk mereka yang terlihat tak sejalan.


Simpan semua kisah dengan mimpi-mimpi besar Bung, lantaran tak semua orang butuh itu. Jika memang bernasib baik, kelak semua pencapaian dan keberhasilan yang Bung telah dapatkan jadi bukti kasatmata yang bersuara tanpa harus repot berkata-kata.


Majelis Lucu Indonesia, Alasannya Ini Bukan Sekedar Lucu-Lucuan

Hanya ada dua tipe orang Indonesia ketika ini. Mereka yang sudah tahu Majelis Lucu Indonesia atau biasa disingkat MLI. Dan mereka yang akan tahu MLI. Pernyataan tersebut mungkin berlebihan. Tapi fenomena kelompok yang satu ini memang tak sanggup dianggap remeh.


Pesatnya perkembangan mereka di dunia digital mungkin tak sanggup dicapai dalam mimpi paling indah para master internet marketing sekalipun. Dalam hitungan kurang dari 3 bulan akun twitter @MajelisLucu sudah diikuti 27 ribu orang. Sementara Instagram @majelislucuindonesia sudah diikuti 32 ribu orang.


Pengikut mereka paling militan ada di youtube dengan 66 ribu subscriber. Mungkin angka subscriber ini belum semasif para youtuber yang muncul lebih dulu. Tapi kalau dilihat lebih detail, tiap video unggahan MLI rata-rata ditonton oleh ratusan ribu orang, jauh melebihi jumlah subscriber mereka.


Salah satunya bahkan sempat jadi trending topic di Indonesia. Prestasi yang keren alasannya yaitu video itu bertengger berbarengan sekaligus bersaing dengan video-video yang diliput media skala nasional macam masalah Abu Janda Vs Felix Siauw.


Tak cuma berangasan di dunia maya. Setiap show yang dibentuk MLI selalu diburu para penggemarnya. Terakhir yaitu show bertajuk Maha Lucu yang tiket pre sale-nya ludes dalam waktu kurang dari 20 menit. Lokasi show bahkan terpaksa dipindah alasannya yaitu antusiasme mereka yang ingin datang. Belakangan total tiket yang terjual lebih dari 1000 buah.


Tapi tak semua juga manis. Pilihan MLI untuk menempuh jalur komedi sarkastik, roasting bertabur kritik vulgar hingga kata-kata keras nan kasar beberapa kali membuat kuping sebagian orang panas. Walhasil pergesekan dengan pihak-pihak lain pun satu dua kali terjadi.


Wajar, alasannya yaitu jenis lawakan yang ditawarkan mereka ini sudah usang mangkir dari peta komedi Indonesia. Tak heran, banyak juga orang yang belum siap mendapatkan dan menjadi alergi. Tak main-main, Reza Pardede alias Coki salah satu founder kelompok ini bahkan menyebut: “kalau MLI tak hati-hati, maka diperkarakan ke pihak berwajib sejatinya tinggal menunggu waktu”.


Pernyataan itu kami dapatkan ketika menemui Coki di suatu sore. Secara kebetulan pula hari itu MLI sedang sedikit berselisih paham dengan salah satu pihak. Berikut cuplikan dialog kami dengan Coki.


Kemunculan yang begitu cepat bikin sebagian orang galau apa bahwasanya MLI itu. Bisa jelaskan?


Hanya ada dua tipe orang Indonesia ketika ini Majelis Lucu Indonesia, Karena Ini Bukan Sekedar Lucu-Lucuan


Secara sederhananya kami di MLI hanya ingin menawarkan alternatif tontonan komedi untuk masyarakat Indonesia. Selama ini kita (orang Indonesia-Red) hanya disuguhkan jenis komedi yang itu-itu saja. Bosen khan contohnya hanya lihat orang dilempar tepung dan harus kita tertawakan. Atau teladan lain, lucu itu harus pakai agresi terpleset atau colok-colok mata. Tapi masalahnya di televisi dan sebagian panggung ya memang hanya ada yang ibarat itu. Nah, MLI hadir untuk menjawab situasi tersebut.


Terlihat sederhana tapi memperbaiki hal tersebut tampak ibarat kiprah besar. Siapa bahwasanya orang-orang yang mau melaksanakan itu?


Awalnya MLI cuma sebuah akun yang dibentuk secara iseng oleh Tretan Muslim. Teman kita yang satu itu di bulat pertemanan memang gemar menilai joke-joke mitra lain lucu atau tidak. Beberapa waktu kemudian Tretan bertemu saya (Coki-Red) dan Joshua Suherman. Baru kemudian berkumpul dengan total 12 orang.


Yang semula hanya menilai joke-joke kawan, jadi diperlebar ke orang lain. Karena banyak juga di dunia maya yang selama ini merasa dirinya lucu tanpa ada pihak lain yang menilai. Follower-nya pasrah saja mengikuti bercandaan yang sesungguhnya tidak lucu.


Kami (dalam MLI disebut Hakim), memberanikan diri untuk menilai mana joke yang memang lucu dan mana yang sampah. Dan ternyata banyak orang yang suka dan merasa terwakili dengan evaluasi kami.


Nah, bicara soal hakim dan menghakimi bahkan hingga menyebut sampah terhadap jokes orang lain, banyak pihak mempertanyakan dapat dipercaya MLI. Siapa MLI merasa diri sanggup menilai lucu tidaknya sebuah lelucon?


Hanya ada dua tipe orang Indonesia ketika ini Majelis Lucu Indonesia, Karena Ini Bukan Sekedar Lucu-Lucuan


Justru kami sadar penuh kok bahwa jokes, lawakan itu sifatnya sangat subjektif. Yang lucu buat kami belum tentu lucu buat orang lain dan begitu juga sebaliknya. Bersandar dengan kesadaraan ini kalau ditanya apa dapat dipercaya kami memberi cap sampah ke jokes orang lain, ya jawabannya, sampah itu berdasarkan subjektivitas kami. Silahkan terima boleh juga tidak.


Anehnya ada pihak yang tidak sanggup terima evaluasi kita. Padahal kalau dilihat follower si orang-orang itu jauh lebih banyak. Dan reaksinya serta komentar para followernya juga bilang lucu. Seharusnya ya sudah, mereka sanggup konsentrasi saja ke 30 ribu orang yang bilang lucu, abaikan saja evaluasi kami. Siapalah MLI yang cuma sedikit orang ini.


Tapi faktanya memang tak sesederhana itu bukan? Pengikut MLI jauh lebih militan. Ketika MLI menilai sampah sebuah jokes, pengikut MLI mendatangi akun tersebut dan menyerbu dengan perkataan sampah atau tidak lucu di akun bersangkutan. Bagaima MLI menanggapi ini?


Hanya ada dua tipe orang Indonesia ketika ini Majelis Lucu Indonesia, Karena Ini Bukan Sekedar Lucu-Lucuan


Iya itu tidak sanggup dipungkiri. Kami menyadari sedang melahirkan para “monster”. Karena sedari awal MLI menggaungkan freedom of speech. Kaprikornus semua orang sanggup menyuarakan pendapatnya. Kami sendiri sudah ada sedikit “kengerian” dan paham resikonya kalau kami tidak lucu, fans kami akan gampang menyampaikan sampah.


Tapi berdasarkan kami hal itu diharapkan antara selebritas dan fans. Supaya tetap ada fungsi kontrol. Mungkin kawan-kawan komunitas lain, konten kreator atau komika lain belum terbiasa dengan fans yang jujur ibarat ini.


Namun MLI sedari awal juga berusaha meminimalisir serangan pengikut MLI ke pribadi orang lain. Kami berusaha membuat jaring pengaman dengan selalu menjelaskan kepada pengikut MLI bahwa yang kita nilai itu karyanya. Kami tidak pernah mendiskreditkan orangnya. Kaprikornus jangan serang orangnya.


Tapi kalau karyanya? Menurut saya pribadi sebuah karya itu memang sudah sewajarnya dikritisi. Apalagi dengan mengunggahnya ke sosial media, seharusnya orang itu siap juga untuk karyanya dikritik.


Bicara soal karya, sanggup ceritakan soal roasting yang tampaknya jadi agenda andalan MLI? (Roasting yaitu jenis komedi dimana ada satu orang yang sifat, perilaku, karya dan faktor lain dalam dirinya, dijadikan materi lawakan oleh lawannya-Red)



Iya, agenda terakhir kemarin, kami sanggup antusiasme cukup tinggi dari pengikut MLI. Hanya dalam 20 menit tiket pre sale berhasil terjual dan totalnya ada 1000 tiket yang terjual. Acara itu bentuknya bahwasanya kompetisi komedi dan malah bukan roasting. Bisa dibilang hal ibarat itu pertama kali di Indonesia. Orang bersedia membayar untuk menonton kompetisi komedi. Dan ternyata orang mau dan antusias.


Tapi bahwasanya Majelis Lucu Indonesia tetap agenda andalannya roasting. Acaranya lebih intim dengan jumlah orang yang terbatas. Tiketnya pun terperinci lebih mahal dari agenda kemarin itu. Kenapa harus lebih mahal? Karena kami juga ingin menseleksi penonton yang akan hadir. Karena komedi roasting itu keras, penuh kritik dan vulgar. Kalau yang tidak berpengaruh dan tak terbuka pikirannya lebih baik tidak hadir.


Ada yang bilang, komedi roasting itu tak sesuai moral ketimuran. Kekurangan orang kok dibicarakan dan dicela-cela. Ada pendapat mengenai hal ini?



Kami mengundang pribadi orang yang akan kami roasting. Semua materi atas persetujuan yang bersangkutan. Mereka yang akan diroasting boleh menentukan lebih dulu mana yang sanggup disentuh dan mana yang tidak.


Contohnya ketika roasting Bayu Skak. Dia bilang untuk tidak menyentuh ranah keluarga terutama orang tuanya. Kami menghargai itu dan bicarakan dengan mereka yang akan menjadi roaster (komika yang naik panggung membicarakan sang tamu-Red). Ada juga contohnya tamu lain yang bilang beliau tak mau gosip A, B, C, D tentangnya disinggung. Kami pun tertib melaksanakan itu.


Lagi pula sesungguhnya, mereka yang kami roasting yaitu mereka yang kami berikan respect. Buat apa meroasting orang yang bukan siapa-siapa. Selain itu berdasarkan kami cara paling sempurna untuk mengatasi kekurangan, kesalahan, kekeliruan yaitu dengan meng-embrace-nya dan mengakuinya. Kaprikornus buat orang yang bersedia di roasting bahwasanya itu membantu si orang tersebut mengatasi problemnya.


Tapi kontennya juga tidak terbatas orang yang diroasting, kadang melebar hingga kritik sosial, politik dan orang lain di luar itu bukan?


Hanya ada dua tipe orang Indonesia ketika ini Majelis Lucu Indonesia, Karena Ini Bukan Sekedar Lucu-Lucuan


Betul dan itu menjadi bagiannya. Kita tidak pernah takut dengan segala konten yang ada di panggung roasting kami dengan penonton tertutup. Penonton kita sudah sangat cerdas dan paham mereka membeli tiket untuk apa.


Setiap show, kami juga menerapkan no camera policy alias dihentikan merekam show kami apapun alasannya. Ini untuk meredam ekses yang tidak perlu. Ketika show tersebut risikonya kami naikan di youtube, kontennya sudah mengalami banyak penyuntingan serta sensor. Kaprikornus sanggup dibilang sudah sangat kondusif untuk konsumsi umum.


Kami justru mengkhawatirkan konten-konten di channel yang lain, terutama twitter. Kadang kami sebagai admin juga terbawa suasana. Walhasil ada juga konten-konten yang tegas menyinggung orang lain. Kalau MLI tak hati-hati, maka diperkarakan pihak berwajib sejatinya tinggal menunggu waktu. Ntah, alasannya yaitu pencemaran nama baik atau masalah lainnya.


Tapi sedari awal kita semua sudah menyadari hal itu. Karenanya saya dan muslim tidak pernah mau kalau Majelis Lucu Indonesia itu dikaitkan dengan Coki atau Tretan Muslim saja. MLI yaitu 12 orang itu. Kaprikornus kalau pun kita berakhir di pihak berwajib, dipenjaranya rame-rame…hahaha…


Melihat pesatnya perkembangaan MLI, apa bahwasanya ada taktik marketing khusus?


Strategi khusus bahwasanya juga tidak ada. Kami hanya berusaha jujur dengan kegelisahan kami sendiri. Dan ternyata banyak juga yang merasa terwakili. Mungkin itu yang membuat kita cepat diterima.


Misalnya ada satu seleb instagram yang selama ini menerima respon positif dan dibilang lucu oleh sekian ribu followernya. Sebetulnya ada yang merasa si seleb itu tak lucu tapi tidak berani menyuarakan atau menentukan tak peduli.


Ketika MLI berani menyatakan karya si seleb itu sampah, mereka yang semula tak peduli jadi merasa terwakili. Iya bener, si bedebah ini tidak lucu sampah! Begitu yang terjadi.


Dari titik ini, kemana MLI akan dibawa?


Hanya ada dua tipe orang Indonesia ketika ini Majelis Lucu Indonesia, Karena Ini Bukan Sekedar Lucu-Lucuan


Wah, kita juga belum apa-apa sebetulnya. Karena tujuan besarnya yaitu memperbaiki situasi komedi di Indonesia. Kita sudah terlalu usang disajikan dengan jokes-jokes receh yang tersedia gratis di televisi. Jadinya banyak orang mempertanyakan ketika harus membayar untuk menonton sebuah pertunjukan komedi.


Hasilnya? Sulit buat pelawak untuk hidup dari menjadi komedian. Mungkin pelawak sanggup hidup dengan menjadi host, pemain film, dan lainnya. Tapi dengan menjadi pelawak sangat sulit. Inilah yang pelan-pelan kita coba perbaiki.


Karena menjadi pelawak itu butuh kerja keras dan tidak murah. Penyanyi misalnya, tak duduk kasus menyanyikan lagu yang sama berulang-ulang selama bertahun-tahun. Sementara komedian? Satu kali jokesnya didengar lucu sekali. Dua kali jokes yang sama, kelucuannya berkurang. Ketiga kali? Besar kemungkinan sudah tak lucu. Karena komedi itu harus ada unsur kejutannya. Kaprikornus pelawak dituntut untuk mencari materi gres non stop dan itu tidak murah.


Kalau bicara Majelis Lucu Indonesia sendiri? Banyak hal yang sanggup dilakukan. Dari menjual merchandise hingga menjadi konsultan komedi untuk film, cerita, show dan sebagainya. Sedari awal kami menyebut diri kami kapitalis tanpa ditutup-tutupi. Kaprikornus jangan kaget kalau kami bicara uang dan keuntungan.


Dan alasannya yaitu kami memulainya dari komedi, semua hal jadi terasa masuk akal untuk kami lakukan dan sanggup diterima para pengikut MLI. Kami pernah coba menjual kerikil bata secara satuan dengan cap MLI. Ternyata banyak yang bersedia untuk membeli.


Terakhir ini kami menjual sarung MLI. Kalau dipikir secara rasional, mereka mau pakai sarung MLI kemana sih? Tapi ternyata ya ada yang mau beli. Karena ini komedi, kami lebih bebas melaksanakan apa saja. Perjalanan masih panjang.


Agar Suasana Hati Bung Selalu Terjaga

Tenang Bung, jangan keburu alergi dengar soal hati. Ini kita bicara perihal suasana hati alias bung punya mood. Urusan suasana hati kadang jadi sesuatu yang menciptakan kita resah sendiri. Jika berubah ke arah yang lebih baik sih, tentu tak akan jadi masalah. Tapi yang kadang menciptakan kita resah, justru mood yang tadinya baik tiba-tiba rusak tak tahu lantaran apa.


Tapi tak perlu buru-buru menyalahkan orang lain untuk urusan ini, lantaran ada beberapa langkah yang bisa Bung lakukan untuk sanggup mengembalikan mood yang tadinya buruk menjelma baik lagi.


Mendengarkan Lagu Kesukaan Secara Berulang-ulang


 


 Ini kita bicara perihal suasana hati alias bung punya mood Agar Suasana Hati Bung Selalu Terjaga


Musik memang punya nyawa tersendiri untuk segala situasi. Kaprikornus jangan heran jikalau disetiap kesempatan baik sedang senang atau bersedih, ada lagu yang tetap dilantunkan. Bahkan Berdasarkan riset yang dilakukan Ferguson, yang juga telah dipublikasikan di The Journal of Positive Psychology, seseorang yang sedaang bad mood bisa lebih sukses meningkatkan mood mereka dengan cara mendengarkan musik.


Caranya pun terbilang cukup sederhana, lantaran ketenangan ini bisa kita dapatkan dari hal kecil yang setiap hari kta pegang. Baik dari telepon genggam, atau dari komputer di ruang kerja. Pilihlah musik atau lagu yang benar-benar kau suka, ritme dan lirik yang masuk ke indera pendengaran akan mendorong energi gres untuk meningkatkan mood kembali baik.


Makan Makanan Favorit Bung, Urusan Berat Badan Atasi Dengan Olah Raga


 


 Ini kita bicara perihal suasana hati alias bung punya mood Agar Suasana Hati Bung Selalu Terjaga


Lupakan dulu urusan dietmu, jikalau memang benar-benar ingin mengembalikan mood menjadi baik lagi. Sah-sah saja jikalau kau ingin coba menikmati beberapa cemilan kesukaan. Sebab dari beberapa penelitian yang ada, Kalau mood sudah tak menentu, mengonsumsi masakan yang sempurna bisa jadi salah satu hal yang bisa membangkitkan semangat.


Dan tak harus makanan. Bisa saja bung melipir sementara untuk pergi ke kawasan kopi langganan. Menyeruput sambil menikmati baunya kopi favorit dijamin bisa mengembalikan mood secara cepat.


Atur kembali Perabot Agar Ada Suasana Baru


 Ini kita bicara perihal suasana hati alias bung punya mood Agar Suasana Hati Bung Selalu Terjaga


Situasi sekitar sangat kuat pada mood seseorang. Karena itu jikalau berhari-hari dilanda mood jelek, cobalah untuk melaksanakan perubahan pada kondisi sekitarmu. Salah satunya yaitu dengan mengatur ulang tata letak perabotan.


Di rumah misalnya, Bung bisa mengganti posisi kawasan tidur atau sofa. Bisa juga dengan mengubah-ubah hiasan yang ada di rumah. Sementara di kantor, Bung bisa mulai membereskan meja kerjamu. Mengatur ulang yang apa yang seharusnya ada di meja dan apa yang tidak. Dengan melaksanakan ini, kau akan merasa berada disituasi yang baru, dan mood kau akan membaik.


Ubah Penampilan Untuk Bisa Dapat Mood Yang Baru



 Ini kita bicara perihal suasana hati alias bung punya mood Agar Suasana Hati Bung Selalu Terjaga


Kapan terakhir kau mengubah penampilan bung? Bisa jadi model potongan rambut sudah usang sekali tak berganti. Atau kapan terakhir bung mencukur kumis dan janggut? Hal-hal statis macam ini yang kadang menciptakan perasaan bung jadi bosan. Ujungnya mood jadi jelek.


Cobalah penampilan-penampilan gres yang di luar kebiasaan. Meski di awal mungkin terasa ada yang janggal namun tak usang kemudian kau akan mendapati dirimu yang gres dengan suasana hati yang lebih baik.


Ubah Juga Kendaraan Yang Kamu Gunakan Sehari-Hari


 


 Ini kita bicara perihal suasana hati alias bung punya mood Agar Suasana Hati Bung Selalu Terjaga


Ketika berbicara soal mengganti penampilan tentunya akan sangat kuat dengan kendaraan yang kau gunakan. Sebab kendaraan menjadi hal yang setiap hari kau gunakan bukan? Bayangkan kau setiap hari memakai motor dengan taampilan yang membosankan. Tentunya mood kau juga tidak akan beranjak baik.


Nah, kau bisa melirik motor Address Playful dari Suzuki untuk ini. Sebagai skuter yang didedikasikan untuk pasar anak muda dengan bermacam-macam abjad dan aktivitas, SIS merancang Suzuki Address Playful dengan panel bodi yang menarik yang bisa menceriakan harimu.


Aksesori panel bodi yang penuh warna pada skutik ini mencakup penggalan frame cover, handle cover, leg shield dan stripping set. Serunya aksesoris panel bodi ini juga bisa dibeli di jaringan dealer resmi Suzuki berikut jaringan bengkel resminya di Indonesia.


Tak tanggung-tanggung varian ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodi menarik dan penuh gaya yang sanggup diadaptasi dengan abjad kamu. Terdapat warna Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange dan Ice Silver


Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya bisa menekan konsumsi materi bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1. Dengan kombinasi penampilan menarik dan teknologi canggih ini, kau niscaya akan mendapat suasana hati yang lebih baik lagi.


Yuk kembalikan mood positifmu sekarang!