Dari Ac Milan Kita Berguru Roda Berputar, Dulu Tim Besar, Tapi Sekarang?

Posted by Ganas003 on 22.19 in ,

Pernah merajai liga domestik Italia sebanyak 18 kali, dan memboyong liga champions eropa sebanyak 7 kali. Membuat AC Milan berada di deretan tim-tim elite dunia. Bahkan, banyak yang berasumsi ketika itu Milan sanggup menyalip perolehan trophy Real Madrid dan menjadi jawara gres di benua biru. Karena di tahun 2007. Milan berhasil sanggup trophy ketujuhya, hanya terpaut dua trophy dengan Real Madrid, yang pada dikala itu Los Blancos gres mengemas 9 trophy.


Sekarang AC Milan sedang terpuruk selama beberapa tahun belakangan. Permainan yang tidak konsisten. Sekaligus tidak padunya pemain menciptakan tim yang mempunyai julukan I Rossoneri bermetamorfosis menjadi team medioker. Dari 17 pertandingan, Milan hanya berhasil 7 kali menang, 3 kali imbang  dan menelan 7 kali kekalahan. Perolehan ini menciptakan Milan harus tegar di posisi 8. Di atas mereka ada Sampdoria dan Atalanta di posisi 7 dan 6. Sebuah tim yang memang medioker dari pada AC Milan.


Lantas ada apa ya bung dengan AC Milan? tim yang pada era-2000an merupakan tim yang  ganas dan trengginas. Pemain-pemain menyerupai Andry Shevchenko, Filipo Inzaghi, Alesandro Nesta, Paulo Maldini dan Ricardo Kaka, pernah menciptakan gentar tim tim eropa. Apa lagi di serie A. Banyak faktor yang menciptakan AC Milan terpuruk hingga sekarang. Mungkin penderitaan kota Milan yang didapuk sebagai kiblat fashion dunia tersebut sanggup kembali bangkit.


Pergantian Pelatih Yang Tidak Efektif Membuat I Rossoneri Gampang Runtuh


Pernah merajai liga domestik Italia sebanyak  Dari AC Milan Kita Belajar Roda Berputar, Dulu Tim Besar, Tapi Sekarang?

Sumber : Sempremilan.com


AC Milan menyerupai seorang anak ayam yang kehilangan induknya. Sejak kurun kepergian Massimiliano Allegri menuju Juventus. Milan tetap mencari siapa instruktur yang cocok untuk, menukangi tim yang sedang terlunta-lunta ini. Dengan segala sumber daya yang ada, Milan tetep ingin berkompetisi untuk menjadi jawara di italia.


Alhasil, pencarian instruktur pun dilakukan. Mulai dari mantan pemain menyerupai Clarence Sedorf dan Filipo Inzaghi. Dengan keinginan kepiawaian mereka di lapangan pada kurun keemasan sanggup menular ke skuad yang sekarang. Tapi nihil yakni jawaban. Kemudian administrasi pun kalang kabut dengan mencari penggantinya menyerupai Sinsa Mihajlovich, Christian Broochi, Vincenzo Montella hingga Gennaro Gattuso yang gres baru ini menjabat. Bahkan 3 kekalahan yang dialami Gattuso, menciptakan dirinya tertekan. Bahkan banyak kabar yang memberitakan tak usang lagi beliau akan dipecat bung.


Dalam kurun waktu empat tahun. Tercatat ada 6 nama yang mencoba merakit kapal perang dari AC Milan. Namun semuanya belum ada yang memasuki kategori memuaskan. Sampai-sampai administrasi pun ikut terkena imbas dari kesialan. Pelatih Catania, Pietro La Monaco, menyebutkan CEO Milan, Marco Fassone, yakni biang keburukan Milan. Karena beliau tidak mengerti sepakbola dan hanya mengurus asal-asalan, dalam satu wawancaranya terhada radio swasta di Italia.


Pergantian instruktur yang terlalu terburu-buru menciptakan AC Milan mengalami inkonsistensi di setiap pertandingan. Perbedaan deretan dan seni administrasi setiap instruktur menciptakan pemain mulai galau untuk berimplementasi di lapangan. Sangat disayangkan bung.


Pemain Baru Tidak Pernah Bersatu Padu, Ya Jangan Heran Kalau Sering Dilibas Beberapa Tim Tamu


Pernah merajai liga domestik Italia sebanyak  Dari AC Milan Kita Belajar Roda Berputar, Dulu Tim Besar, Tapi Sekarang?

Sumber : CDN.com


Tak hanya mencari instruktur saja yang dilakukan administrasi Milan secara kalang kabut. Dalam proses pencarian pemain, tak jauh beda. Total AC Milan menghabiskan 115 juta poundsterling untuk belanja 11 pemain di jendela transfer isu terkini lalu. Nama-nama menyerupai Andre Silva, Hakan Calhanoglu hingga Fabio Borini mengisi daftar skuad baru. Namun permainan yang kurang pada antara satu sama lain menciptakan Milan hanya puas menduduki papan tengah klasemen. Bahkan 7 kekalahan yang diderita. Sebagian terjadi di sangkar sendiri.


Ketidapaduan pemain AC Milan pun diakui oleh mantan pelatih, Vicenzo Montella bung. Pada dikala kalah 1-4 oleh Lazio di isu terkini ini, menyerupai dilansir mediaset premium. Montella mengatakan, “Lazio melakukannya dengan sangat baik dan mereka higienis dalam penyelesaian akhir. Kami tidak punya kekuatan mental untuk melawan, alasannya yakni semua ingin mengubah permainannya sendiri, tidak bekerja sebagai tim.”


Jor-joran dalam belanja pemain namaknya tak menyelamatkan muka AC Milan di isu terkini ini. Bahkan ada 4 pemain yang tidak terpakai secara efektif. Seperti Gabriel Palleta, Gustavo Gomez, Niccolo Zanellato dan Antonio Donnaruma.


Menjalankan Sebuah Tim Sepakbola Memang Menggiurkan Dan Terlihat Menyenangkan. Tapi Kalau Banyak Utang Ya Sayang..


Pernah merajai liga domestik Italia sebanyak  Dari AC Milan Kita Belajar Roda Berputar, Dulu Tim Besar, Tapi Sekarang?

Sumber : Rossoneri.com


Hutang AC Milan menempati di urutan 5 dalam 10 tim yang mempunyai utang terbanyak di Eropa. Kalau bung masih membela bahwa itu tidak mungkin, sanggup dilihat ketika Milan menjual Kaka di tahun 2009. Pemain yang begitu loyal dan menjadi pangeran di San Siro, markas AC Milan. Dilego secara mahal ke Real Madrid. Hasil dari penjualan Kaka dilakukan untuk menambal utang klub. Maklum utang klub ini mencapai 249 juta poundsterling, atau setara dengan Rp 3,629 trilliun. Sekarang Milan dimiliki oleh pemilk gres yakni pengusaha asal Milan yang berdarah tiongkok, Li Yonghong.


Kalau Banyak Utang, Yang Dilakukan Adalah Jualan


Pernah merajai liga domestik Italia sebanyak  Dari AC Milan Kita Belajar Roda Berputar, Dulu Tim Besar, Tapi Sekarang?

Sumber : Beinsports.com


Krisis finansial yang dialami Silvio Berlusconi memang hingga menciptakan dirinya menjual Ricardo kaka, namun hasil penjualan tak menutup hutang milan. Alhasil, Silvio pun menjual sahamnya sebesar 99,3 persen kepada Li Yonghong. Pengusaha asal Milan ini menggelontorkan 627 juta Poundsterling. Memiliki optimis menjalankan klub, namun kondisi Milan yang terpuruk juga menciptakan Yonghong kelabakan. Ia pun turut melaksanakan hal yang dilakukan oleh Berlusconi. Dengan menjual 25% saham AC Milan, dipatok dengan harga 200 juta euro untuk menutup hutangnya kepada perusahaan Amerika Serikat, Grup Elliot.


Kangen Sih Bung, Tapi Kalau Kembali Dan Menjadi Kambing Hitam. Lebih Baik Nanti


Pernah merajai liga domestik Italia sebanyak  Dari AC Milan Kita Belajar Roda Berputar, Dulu Tim Besar, Tapi Sekarang?

Sumber : Mirror.uk


Striker bengal dan kontroversi ini pernah berseragam I Rossoneri dari isu terkini 2013 hingga 2016 sebelum ia berkelana ke liga Perancis, ia yakni Mario Balloteli. Mendengar kabar terpuruknya mantan tim. Membuat Balloteli sedih, Ballo pun menyampaikan jika ia juga cinta dengan Milan. Tapi ada banyak hal bung yang nampaknya menciptakan ia enggan untuk kembali ke liga itali.


“Saya tidak ingin ke Milan diperlakukan sebagai penyelamat mereka, tapi kemudian dituduh sebagai penyebab krisis, disalahkan atas hal-hal yang tidak saya lakukan. Itu selalu menjadi risiko buat saya,” ucap penyerang Italia itu kepada skysport.


AC Milan memang sedang jadi tim pesakitan yang sedang berjuang. Dengan segala kondisi yang tidak begitu nyaman, mulai dari lapangan hijau, ruang ganti, stadion hingga administrasi sedang bersedih dan berdarah-darah untuk tetap berjuang. Semoga mereka kembali ya bung, menyerupai di kurun 2000-an.